- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Program Desa BRILiaN Batch 2 tahun 2025 resmi dimulai, setelah sukses dengan Kegiatan Desa BRILiaN Batch 1 di bulan Mei-Juni 2025. Kick Off ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program pelatihan dan pemberdayaan desa yang diselenggarakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang diikuti seluruh peserta dari berbagai daerah.

Program Desa BRILiaN 2025 ditujukan bagi desa-desa terpilih di Indonesia, terutama pengurus desa dan pengelola BUMDesa yang memiliki komitmen kuat untuk bertransformasi menjadi desa cerdas (smart village), kompeten dan berdaya saing tinggi. Tujuan utama dari program ini adalah memperkuat kapasitas pemerintahan desa melalui pelatihan dan pendampingan intensif, serta pembekalan alat bantu analisis dan sistem pengelolaan desa berbasis data.

Sambutan disampaikan oleh Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR

Sambutan disampaikan oleh Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan terima kasih kepada BRI atas kolaborasi luar biasa, berharap sinergi ini terus berlanjut demi manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

sambutan mewakili BRI disampaikan oleh Evi Sulistyowati, Group Head Social Entrepreneurship & Incubation BRI.

Sementara itu, sambutan mewakili BRI disampaikan oleh Evi Sulistyowati, Group Head Social Entrepreneurship & Incubation BRI. Evi menyampaikan komitmen BRI untuk terus mendorong pemberdayaan ekonomi dan sosial melalui desa. “Sebagai bank yang fokus pada UMKM, kami tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga menciptakan nilai sosial lewat pemberdayaan individu hingga lembaga desa.

ads

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Evi Sulistyowati juga menegaskan bahwa, pada batch 1  telah diikuti oleh 290 desa, dan pada batch 2 ini akan diikuti lebih dari 300 desa. Namun, hingga saat ini BRI masih membuka kesempatan bagi desa untuk bergabung di batch 3 yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus.

Materi keynote disampaikan oleh Dr. H. Yusra, M.Pd., mewakili Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kemendesa PDTT.

Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 1.000 desa sepanjang 2025, dan BRI berharap kolaborasi dengan Kementrian dan Universitas membawa dampak positif nyata bagi kebangkitan desa. Dalam acara ini, materi keynote disampaikan oleh Dr. H. Yusra, M.Pd., mewakili Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kemendesa PDTT. Beliau memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam mendukung hilirisasi produk unggulan desa sebagai bagian dari pilar pemberdayaan desa.

Program Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan yang mengembangkan kompetensi perangkat desa, pengurus BUMDesa, koperasi, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha muda. Rangkaian kegiaatan program meliputi pelatihan daring dengan materi dasar terkait tata kelola desa, inovasi pelayanan publik, digitalisasi, penguatan kelembagaan, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, Pengelolaan Bisnis Koperasi Desa Merah Putih serta pemetaan potensi dan tantangan lokal. Para peserta akan diberikan beberapa tugas di setiap sesi yang akan menjadi salah satu komponen penilaian yang digunakan untuk memilih 15 Desa terbaik yang akan mendapatkan pendampingan langsung. Program ini dirancang dengan pendekatan kolaboratif antara akademisi, praktisi, dan pemerintah desa. Melalui rangkaian kegiatan ini, program Desa BRILiaN 2025 diharapkan mampu menghasilkan role model yang menginspirasi transformasi desa lainnya di Indonesia.

Hingga tahun Juni 2025, Program Desa BRILiaN telah diikuti lebih dari 4.600 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.

(nald)