- iklan atas berita -

Metrotimes (Purworejo)-Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Perusahaan Umum Daerah Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo menghadirkan Paket Merdeka bagi calon pelanggan baru. Dalam program ini setiap calon pelanggan baru akan mendapatkan diskon biaya pemasangan serta berpeluang untuk mengikuti umroh gratis.

“Untuk pemasangan meteran baru kami berikan diskon sebesar Rp 300 ribu. Para pelanggan baru pun akan mendapat vaucher kupon ibadah Umroh ke tanah suci secara Gratis,” kata Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo, Wahyu Hermawan, Senin (27/7/2026).

Ia mengutarakan bahwa Purworejo menjadi daerah yang saat ini mengalami dampak fenomena El Nino. Fenomena ini berdampak terhadap musim kemarau yang lebih kering serta panjang. Berkaca dari kemarau tahun lalu, sejumlah wilayah di kabupaten ini mengalami krisis air bersih akibat sumber-sumber yang mengering.

“Program ini sekaligus sebagai kegiatan sosial PDAM untuk meringankan beban masyarakat terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih. Kami berikan diskon pemasangan dan sisa biaya pemasangannya pun tidak harus dibayar sekaligus. Bisa dicicil supaya dapat meringankan warga,” ucap Hermawan lagi.

Hermawan menyebut, program paket merdeka akan berlangsung hingga 30 Oktober 2026. Warga yang menghendaki pemasangan bisa langsung menghubungi PDAM.

ads

Perumda Tirta Perwitasari terus berupaya untuk meningkatkan jumlah pelanggan serta cakupan pelayanan di seluruh wilayah. Dari 16 kecamatan di Purworejo, pihaknya saat ini sudah bisa memberikan pelayanan 12 kecamatan, empat sisanya masih terus diupayakan.

“Seperti Bruno, Bener, Kaligesing dan Bagelen itu belum. Sambil berjalan, mudah-mudahan empat wilayah itu bisa segera terlayani,” katanya.

Dia mengemukakan saat ini jumlah pelanggan Perumda Tirta Perwitasari sudah mencapai 41 ribu rumah tangga. Pihaknya menarget penambahan 1200 hingga 1300 pelanggan baru setiap bulan.

“Untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air di wilayah pegunungan kami sangat mengharap suport pemerintah daerah mengingat di wilayah-wilayah tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Selain itu, warga Pegunungan rata-rata berprofesi petani sehingga untuk mencari profit butuh waktu lama,” demikian ucap Hermawan.(toyib)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!