- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Pasca Pemilu 17 April lalu, kondisi Purworejo tetap kondusif. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Purworejo salah satu tujuan pemudik sejak dulu. “Silakan masyarakat mudik dan berlebaran dengan tenang. Kami, TNI dan Polri siap berjaga 24 jam, silakan mudik dengan aman,” kata Kasdim Kodim 07/08, Mayor Infanteri Sulistiyana dalam acara Critical Voice Point di Pendopo Purworejo sore ini.

Acara rutin setiap bulan yang digagas oleh Dinkominfo Purworejo, hari ini dilaksanakan sembari buka bersama dengan mengambil tema ‘Menciptakan Suasana Kondusif Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H’.

Dikatakan Kasdim, sebaikanya masyarakat tidak terpengaruh oleh berita hoax yang berseliweran di media sosial. “Siapa pun yang terpilih adalah pemimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan harus kita junjung tinggi hasil keputusan dan pilihan rakyat. Jangan hanya karena beda pilihan, kita harus terpecah belah,” kata Sulistiyana.

Kasdim juga mengajak agar kita merekonstruksi semangat persatuan yang akhir-akhir ini luntur.  Menjalin kembali persatuan bangsa ini agar tidak terpecah belah. “Hentikan eksploitasi perbedaan, berbeda boleh tapi kita tetap satu.” Ujarnya.

ads

Sementara itu Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong yang juga menjadi nara sumber dalam acara CVP itu menjelaskan, bahwa menghadapi Idul Fitri, pihaknya akan menggelar Operasi Ketupat yang dimulai 29 Mei hingga 10 Juni mendatang. Operasi Ketupat akan dibagi menjadi tiga tahap pra, saat dan pasca lebaran. Selain Operasi Ketupat, Polres juga akan menggelar Operasi Cipta Kondisi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama Lebaran hingga usai lebaran.

Terkait dengan isu pasca Pemilu, Kapolres menghimbau agar warga Purworejo tidak usah datang ke Jakarta untuk ikut gerakan people power yang diserukan oleh beberapa elite politik yang tak puas dengan hasil Pilpres.

“Gerakan kedaulatan rakyat atau people power supaya jangan dilaksanakan. Jika tidak puas dengan hasil Pemilu, ada mekanisme dan jalur hukum yang bisa ditempuh. Tunggu saja hasil resmi KPU. Siapa pun yang terpilih, sudah menjadi pilihan mayoritas warga negara Indonesia,” jelas Kapolres diahir acara. (dnl)