
Metro Times (Magelang) Setelah metrotimes.news mengeluarkan berita tentang “Kondisi Bangunan SDN Ketundan 1 Magelang Sudah Tidak Layak Untuk Belajar Mangajar” pada (19/10/2017) lalu, selang seharinya dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang diwakili oleh bagian sarana pra sarana langsung berkunjung ke alamat SDN Ketundan 1 Pakis Kabupaten Magelang.
Dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang melalui Kasi Sarpras nya (sarana pra sarana) Bapak Sujadi dan Ka Upt Dekdikbud Pakis yaitu M Sudaryoto langsung melakukan monitoring dan cek kondisi fisik bangunan SDN Ketundan 1 Pakis. Dan menurut Sujadi setelah melakukan monitoring fisik bangunan Sekolah dia mengatakan,
“Memang bangunan sekolah sudah sangat memprihatinkan, DAK akan di ACC tapi menunggu sampai tahun 2019 pembangunannya karena yang 2018 itu kan usulan dari 2017 dan sekarang sudah dikunci atau ditutup dan untuk SDN ini awal 2019 pasti dibangun dan saya menganjurkan sampai tahun 2019 para murid kelas 1 dan 2 untuk proses belajar mengajar mengungsi dulu ke rumah warga ” jelas Sujadi.
Ditambahkan juga oleh Sujadi kalau pembangunan belum merata untuk SD yang ada di pelosok dan lebih dari 100 rehap berat, pengusulan dari Kementerian diprioritaskan untuk MCK dan SK rehap dari Kementerian dan Bupati.
(23/10/2017) Wartawan metrotimes.news menemui kepada Kepala Sekolah SDN Ketundan 1 Pakis Abas Sriwiyono Spd dan mengatakan,
“Tentu sangat merasa kecewa mas ini masalah nyawa Guru dan Murid soalnya, ya minimal 2018 sudah dibangun pembangunannya karena ini sudah sangat mendesak dan darurat, apalagi bagian Sarpras menganjurkan untuk mengungsi ke rumah warga untuk proses belajarnya, kalau warga bilang tapi sewa kami juga harus jawab apa apalagi bagian Sarpras tidak menjelaskan detail gimana anggarannya kalau ternyata warga menghendaki untuk disewanya ” terang Kepala Sekolah. (Arif)




