
MetroTimes(Sleman) – Pemerintah Kabupaten Sleman di bawah kepemimpinan Bupati Harda Kiswaya terus melanjutkan program prioritas “Dalane Padhang” pada tahun 2025. Program ini difokuskan pada pembangunan dan pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU) baik di ruas jalan kabupaten maupun di kawasan permukiman warga.

Penandatangan Kontrak Pemasangan LPJU Ruas Jalan dan Permukinan di saksikan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya di kantor Dishub Sleman bersama Kepala Dinas Perhubungan beserta Jajaram serta Konsultan Pengawas dan Pelaksana Senin 22 September 2025 lalu.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyatakan, “PJU merupakan salah satu fasilitas publik yang sangat penting. Dengan adanya penerangan yang baik, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Program ini kami harapkan juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.”Ujarnya Harda.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Ir. Arip Pramana, M.T., dalam surat jawaban atas informasi pada 11 September 2025, menguraikan detail pelaksanaan program sekaligus progres pembangunan PJU di Kabupaten Sleman.
Spesifikasi dan Anggaran PJU TA 2025
Arip menyampaikan bahwa program PJU tahun 2025 telah melalui proses kontrak dan pelaksanaan dengan rincian:
- LPJU Ruas Jalan Kabupaten
- Tiang PJU setinggi 7 meter
- Lampu LED 90 watt
- Anggaran Rp 9.255.600.000
- Jumlah: 496 titik, tersebar di 65 ruas jalan
- LPJU Permukiman
- Tiang PJU setinggi 5 meter
- Lampu LED 50 watt
- Anggaran Rp 7.828.800.000
- Jumlah: 1.864 titik
- LPJU SRS Merapi (Danais – Smart System)
- Tiang ornamen setinggi 7 meter
- Lampu LED 90 watt dengan sistem pintar (smart lighting)
- Jumlah: 25 titik
- Nilai kontrak: Rp 660.888.250
- Pelaksana: PT Cahaya Abadi Sejati, kontrak sejak 7 Juli–29 Agustus 2025
- Status: Selesai terpasang dan dapat dimanfaatkan masyarakat

Untuk LPJU ruas jalan kabupaten dan permukiman, penandatanganan kontrak baru dilakukan pada September 2025 yang disaksikan langsung Bupati Sleman Harda Kiswaya di Kantor Dinas Perhubungan Sleman.
Kendala dan Tantangan
Menurut Arip, pembangunan dan pemeliharaan LPJU di Sleman masih menghadapi beberapa kendala utama, antara lain:
- Keterbatasan anggaran APBD, sehingga realisasi pembangunan masih bertahap.
- Persoalan kewenangan, karena tidak semua ruas jalan berada di bawah kendali Pemkab Sleman. Sebagian jalan merupakan kewenangan provinsi dan pusat, sehingga Pemkab tidak bisa langsung melakukan intervensi.
- Prioritas pembangunan difokuskan pada Daerah Rawan Kecelakaan (DRK) dan permukiman sesuai usulan Musrenbang masyarakat.
- Pemeliharaan LPJU juga membutuhkan tambahan anggaran, khususnya untuk pengadaan lampu, suku cadang, dan komponen perbaikan.
Pesan Kadishub Sleman
Arip menegaskan pentingnya program Bupati Sleman “Dalane Padang bagi masyarakat. “Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung keselamatan, kenyamanan, dan keamanan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya pada malam hari. Program Dalane Padang diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Ia juga berharap masyarakat tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara di malam hari, khususnya di ruas jalan yang minim penerangan. Dishub Sleman membuka layanan pengaduan melalui Hotline PJU WhatsApp 0813-9040-7009 agar masyarakat dapat melaporkan jika terdapat kerusakan atau gangguan PJU.
Proyeksi dan Target 2030
Berdasarkan data Dishub Sleman:
- Estimasi kebutuhan total LPJU di wilayah Sleman: 17.488 titik (panjang jalan kabupaten 699,5 km, jarak antar PJU 40 meter).
- Indikasi kebutuhan hingga 2029: 8.015 titik dengan kebutuhan biaya sekitar Rp 160 miliar.
- Target Bupati Sleman: seluruh ruas jalan kewenangan kabupaten terpasang PJU pada tahun 2030.
Harapan ke Depan
Arip menegaskan komitmen Dishub Sleman untuk memperluas jangkauan LPJU secara merata, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, serta mewujudkan Sleman yang aman, terang, dan nyaman.
“Harapan kami, dengan kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat, setiap sudut Sleman ke depan akan semakin terang—tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam semangat kebersamaan membangun daerah,” pungkasnya jelang akhir masa jabatan.

Donaharjo, Ngaglik, Sleman belum terpasang LPJU secara merata. Ins Foto Istimewa
Disisi lain Eko(55) warga Balong, Kalurahan Donoharjo, Ngalik Sleman berharap agar ruas jalan dari tikungan Khayangan Resort menuju perempatan lampu merah Balong dapat di pasang Lampu PJU agar lebih merata, apalagi terdapat rumah makan dan permukiman warga sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyaman serta keselamatan bagi warga dan masyarakat sekitar
“Lha itu mbok di pasang PJU skalian mas , jadi biar rata sampe perempatan Balong, soalnya warga ataupun pengunjung rumah makan, bisa lebih aman dan nyaman kalau lewat jalanan sini, apalagi banyak pertigaan di sini jadi biar lebih terang bagi keselamatan pengendara jalan yang berlalu lalang”. ujar Eko dengan harap. (JQ)





