- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Tak hanya sekadar selebrasi, momen wisuda merupakan waktu yang paling dinanti oleh mahasiswa, sebagai bukti perjuangan panjangnya dalam menyelesaikan pendidikan. Momen haru dan bangga itu berlangsung pada wisuda hari pertama Sabtu (2/3/2024) periode 241 di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C.

Ini Bukan Akhir

Dalam momen haru penuh sukacita tersebut, Rektor UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT. Ak resmi meluluskan sebanyak 1062 wisudawan yang berasal dari jenjang diploma (D3-D4), sarjana (S1), master (S2), spesialis satu (Sp1), spesialis dua (Sp2), dan doktor (S3). Dalam sambutannya, Prof Nasih menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari tujuan dan perjalanan mahasiswa.

“Wisuda bukanlah tujuan, bukanlah akhir dari perjalanan. Wisuda hanyalah terminal untuk mampir dan untuk melanjutkan perjalanan yang lebih menantang menjadi momen spesial. Ini merupakan permulaan dalam perjalanan yang panjang,” ucap Rektor UNAIR.

ads

Tak lupa, Prof. Nasih mengingatkan para wisudawan untuk terus bersyukur dan mengucap basmalah dalam melanjutkan perjalanan, yang tentunya tak kalah menantang jika dibandingkan ketika menjadi mahasiswa. Selain itu, hendaknya wisudawan segera melakukan evaluasi diri untuk mengetahui langkah mana yang akan ditempuh selanjutnya.

Hadapi Perubahan

Prof. Nasih dengan tegas menyampaikan bahwa dalam perjalanan hidup, tidak ada yang bisa menghindari tantangan besar, dan salah satunya adalah perubahan. Namun, sudah semestinya masing-masing individu yang senantiasa belajar, akan memiliki peluang yang lebih besar dalam meraih kesuksesan. 

“Satu tantang terbesar adalah perubahan. Tidak ada satu pun yang berada tetap pada posisinya. Kalau bumi berhenti bergerak, berhenti mengubah posisi, tentu kiamat akan terjadi. Demikian pula ketika matahari berhenti mengelilingi matahari. Sehingga, pembelajarannya adalah terdapat suatu keniscayaan dalam perubahan. Perubahan tersebut dapat dilalui dengan belajar, sebab belajar merupakan bagian dari strategi dan ikhtiar untuk meraih kesuksesan,”  terang Prof Nasih.

Junjung Kejujuran

Beliau juga mengatakan bahwa sudah sepatutnya, seluruh sivitas akademika berpegang teguh pada value UNAIR. Tetap menjunjung tinggi HEBAT, yang terdiri dari Humble, Excellence, Brave, Agile, danTranscedent.

“Tetaplah menjadi orang yang rendah hati, tidak sombong, dan jangan pernah berhenti belajar. Belajar itu dapat di mana saja, dengan waktu kapan saja, dan dengan siapa saja. Semangat untuk terus belajar tersebut dapat menjadi bekal ketika kerendahan hasi muncul. Ketika diri merasa sombong dan tinggi hati, maka di saat itu pula pintu ilmu akan tertutup dan Anda akan kesulitan melampaui pintu yang lebih tinggi lagi,” ujar rektor.

Prof Nasih berpesan agar seluruh civitas UNAIR terus menjunjung tinggi kejujuran dan jangan pernah melakukan kebohongan atau manipulasi dalam hal apa pun. Seorang ilmuwan boleh mengakui kesalahannya, tetapi tidak dengan berbohong.

Perlu diketahui, pada wisuda kali ini hadir beberapa tamu khusus. Di antaranya, hadir Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, MSc. selaku Kepala Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Akhmad Muzakki, MAg. GradDip SEA MPhil PhD selaku Rektor Univeristas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), dan Prof. Dr. Siti Marwiyah SH. MH. selaku Rektor Universitas Dr Soetomo (Unitomo).

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!