- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Ditengah situasi harga garam yang terus meningkat Kabupaten Purworejo rupanya sudah memiliki pabrik garam yang beroperasi di pesisir selatan. Berbagai jenis produk garam telah dihasilkan, bahkan di beberapa lokasi daerah tersebut ada layanan terapi untuk menyembuhkan sejumlah penyakit.

Usaha itu dijalankan oleh sebuah koperasi bernama Kelompok Usaha Garam Rakyat atau KUKAR Pendowo Limo. Lokas induk sekaligus pabrik garam tersebut berada di Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag.

“Sudah ada beberapa Tunnel garam yang dibangun. Sejak beberapa tahun terakhir koperasi ini membuka layanan terapi garam untuk penyembuhan beberapa penyakit. Kemudian untuk skala pabrik ada empat jenis garam yang sudah diproduksi yakni garam organik, garam konsumsi, garam terapi juga garam cair,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purworejo, Wiyoto H, Sabtu (2/3/2024).

Pada Purworejo Expo yang berlangsung sejak Jumat (1/3/2024) empat produk tersebut ditampilkan. Harganya kompetitif dan sangat terjangkau bagi halayak luas.

ads

Dia mengutarakan, terapi garam pantai selatan Purworejo sudah cukup dikenal warga dan sudah banyak yang membuktikan hasilnya. Terapi ini bermanfaat untuk meredakan penyakit asma atau gangguan pernafasan, sakit jantung, detoksifikasi radiasi handphone, infeksi kulit, jerawat gangguan insomnia, stres serta penyakit berat seperti struk dan lain sebagainya.

“Setahu saya terapi ini baru pertama kali di Jawa Tengah. Begitupula teknologi tunnel yang diterapkan di desa tersebut. Cukup canggih karena tidak terpengaruh musim,” ujarnya.

Wiyoto mengemukakan bahwa saat ini koperasi tersebut baru bisa memproduksi 15 hingga 20 ton perbulan. Diakui bahwa jumlah produksi garam oleh koperasi ini masih sangat minim. Pihaknya akan terus menggenjot produksi karena peluang pasar garam masih sangat bagus, baik pasar domestik maupun ekspor

“Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Purworejo saja masih belum bisa. Maka kami akan terus menggenjot produksi karena peluang pasar sangat terbuka luas,” ujarnya seraya menambahkan koperasi ini juga sedang menjajaki peluang pasar garam kasar untuk kebutuhan ternak.

Wiyoto memastikan koperasi ini sudah memiliki izin lengkap dari SNI, sertifikat halal MUI, hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia meyakini terkait perizinan usaha yang dijalankan koperasi ini sudah sangat teruji.

“Tantangan koperasi masih cukup besar, pertama garam hasil produksi koperasi KUKAR Pendowo Limo ini belum tersosialisasi secara luas. Kedua soal produksi yang masih terbatas. Pasar ekspor sudah menanti, tapi masih terkendala dengan jumlah produksi,” sebut Wiyoto.

Lokasi induk usaha koperasi ini Berada di Desa Patutrejo, namun beberapa tunnel sudah ada di Desa Ketawang serta Munggangsari. Pada tahun 2023 lalu koperasi mendapat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pembuatan tunnel di sejumlah titik.

“Tahun ini juga akan ada bantuan dari pemerintah daerah untuk satu kelompok di Munggangsari. Koperasi akan terus melakukan pengembangkan dengan untuk memperbanyak spot serta tunnel sehingga produksinya terus bertambah,” pungkasnya.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!