
Metro Times (Purworejo)-Pemerintah bersama warga Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Purworejo, Minggu (17/8) menggelar pengajian akbar dan pagelaran wayang kulit sebagai puncak acara Merti Desa. Kegiatan ini membawa pesan semangat sekaligus doa untuk kemajuan pembangunan di desa tersebut.
Kepala Desa Kebongunung, Fatah Kusumo Handogo mengatakan Merti Desa sudah menjadi kegiatan rutin di Desa tersebut. Kali ini merupakan tahun keempat dan akan terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya.
“Malam ini menjadi puncak acara. Kami bersama warga melaksanakan pengajian akbar dan wayangan,” kata Fatah di sela kegiatan itu.
Setidaknya 3500-an warga memadati kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa tersebut. Selain Kebongunung kegiatan ini juga mengundang warga dari desa lain di sekitar Kebongunung.
“Seluruh Forkopimcam juga kami undang” kata dia.
Pagelaran wayang kulit dalam Merti Desa ini mengambil lakon “Arjuna Mbangun Madukoro. Lakon ini membawa pesan semangat bagi seluruh untuk bahu membahu dalam membangun desa yang dipimpin oleh seorang kepala desa yang masih lajang.
“Intinya kami ingin terus menggugah semangat gotong royong warga terutama pemuda dalam membangun desa. Pemuda punya banyak skill dan potensi yang beragam. Hal itu harus dimanfaatkan secara positif untuk pembangunan,” ujarnya.
Untuk pengajian akbar, panitia tahun ini mendatangkan Kyai dari Demak yakni Abdur Rochim atau yang dikenal sebagai Ki Joko Goro goro. Dengan pengajian diharapkan warga bisa mengambil hikmah dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
“Pada momentum Merti Desa dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-80 ini harapannya semoga warga selalu diberi kesehatan, tanah subur, warga selalu guyub dan Pemdes juga diberi kemudahan dalam memberikan pelayanan,” ucap Fatah
“Yang Tani semoga panennya selaku berkah melimpah, yang pedagang laris manis dan yang pegawai karir semakin bagus,” demikian imbuhnya.(dnl)





