
Metro Times (Kendal) Penutupan dua lokalisasi di Kendal, yakni lokalisasi Gambilangu (GBL) di Desa Sumberejo Kaliwungu dan lokalisasi Alaska di Sukorejo ditunda. Pasalnya, dana Jaminan Hidup (Jadup) sebagai tali asih bagi para Pekerja Seks Komersial (PSK) dari Kementerian Sosial belum ada kepastian .
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kendal, Dwi Purwanto mengatakan bahwa, penutupan lokalisasi GBL dengan jumlah 275 PSK dan Alaska 25 PSK ditunda karena Dinsos menunggu kepastian turunnya Jadup dari Kemensos.
“Awalnya penutupan dua lokalisasi yang sedianya berkordinasi dengan Pemkot Semarang ini dilakukan pertengahan Agustus, namun ditunda sampai adanya kepastian Jadup bagi para PSK,” kata Dwi Purwanto saat ditemu di Kantornya, selasa (20/8/2019) pagi.
Terkait rencana penutupan lokalisasi, karena minimnya anggaran, Dinsos Kendal hanya memberikan uang saku untuk transport, sedang Jadup bagi para PSK akan diberikan oleh Kemensos.
“Dari Dinsos hanya bisa memberi Rp 350 ribu per PSK sebagai ongkos pulang bagi mereka,” ucapnya.
Seperti pada umumnya, dari penutupan lokalisasi, para PSK mendapatkan dana Jadup yang bisa digunakan sebagai modal usaha ketika PSK dipulangkan sebesar Rp 5,5 juta.
“Awal komunikasi yang dilakukan dengan Kemensos, dana Jadup di iya-kan, namun akhir Juni tiba-tiba tidak ada kepastian Jadup dan info terakhir yang kami terima Jadup kami dapatkan, namun jumlahnya hanya 75 dengan nilai Rp 6 juta per PSK,” jelasnya.
Meski Jadup dari Kemensos hanya sejumlah 75 dari total 300 PSK yang ada di 2 lokalisasi, penutupan lokalisasi tetap akan dilakukan setelah melakukan rapat koordinasi, karena penutupan lokalisasi merupakan progam nasional.(Gus)




