- iklan atas berita -

METRO TIMES ( Ambon ) Maluku – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke-80, kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku menggelar konferensi pers yang penuh semangat dan inspiratif. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku, Dr. Ir. Yana Astuti, S.T., M.T., yang menyampaikan berbagai program strategis untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Kepulauan Maluku.

Program Impres Jalan Daerah: Meratakan Pembangunan Hingga Pulau Terluar

Dalam kesempatan tersebut, Yana Astuti menjelaskan tentang program Impres Jalan Daerah yang digagas oleh Menteri PUPR, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk menyebarkan pembangunan secara merata ke seluruh pelosok negeri, termasuk daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau terluar.

“Di Maluku, kami fokus membangun infrastruktur di pulau-pulau 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), seperti Pulau Yamdena, Kei Kecil, Kei Besar, Wetar, dan Kepulauan Aru. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah,” ujarnya penuh semangat.

Menatap Masa Depan dengan Optimisme

ads

Yana Astuti menambahkan bahwa pembangunan ini akan terus berlanjut agar pemerataan ekonomi dapat tercapai secara menyeluruh. “Insya Allah, ke depan pembangunan di Maluku akan makin pesat, sehingga masyarakat bisa menikmati hasilnya secara adil dan merata,” katanya.

Tantangan dan Efisiensi Anggaran

Terkait anggaran, Yana Astuti menyebutkan bahwa saat ini masih dalam kondisi efisiensi. “Ini memang menjadi tantangan, tapi kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Penataan Atribut dan Keselamatan di Jembatan Merah Putih

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJN Maluku juga menjelaskan tentang pengaturan atribut di kawasan jalan dan jembatan, terutama di Jembatan Merah Putih, ikon kota Ambon. “Kami sudah mengeluarkan surat edaran larangan pemasangan atribut di jembatan, karena hal ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat angin kencang,” jelasnya.

Selain itu, pembangunan pagar pembatas di Jembatan Merah Putih yang akan selesai akhir Desember 2024 diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna. “Kami juga akan menggelar kegiatan Car Free Day di jembatan ini setiap akhir pekan, bekerja sama dengan aparat keamanan, agar masyarakat bisa menikmati suasana aman dan nyaman bersama keluarga,” tambahnya.

Pengawasan dan Keamanan

BPJN Maluku juga mengoperasikan satu unit mobil pembersih dan sistem pemantauan CCTV di Jembatan Merah Putih. “Kami memiliki 14 titik CCTV yang memantau kondisi dan aktivitas di jembatan ini, termasuk sistem kesehatan jembatan (SMS) yang memastikan struktur tetap aman,” ungkapnya.

Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Dengan berbagai langkah strategis ini, BPJN Maluku dan Dinas PUPR berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan keselamatan semua pengguna jalan dan jembatan di wilayah Maluku.

Kita optimis, pembangunan yang merata dan berkelanjutan akan membawa Maluku ke era yang lebih maju dan sejahtera ( Tasya Patti )