- iklan atas berita -

Metrotimes, (Purworejo)-Petani bersama Pemerintah Desa Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo terus berinovasi dalam mengelola sektor pertanian. Saat ini hampir 100 persen petani di desa itu tidak membutuhkan BBM untuk mengairi sawah.

Belum lama ini desa ini kembali memasang mesin pompa air dan instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mencukupi kebutuhan air petani padi di desa itu. Pada Kamis (21/5/2026) Pemdes Krandegan menggelar perayaan Hari Bumi sekaligus meresmikan pengoperasian pompa energi surya tersebut. Peresmian itu dilakukan oleh wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, CEO Agroglobal serta Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Kepala Desa Krandegan, Dwinanto pada peluncuran Mesin Pompa Energi Surya itu mengutarakan bahwa pihaknya sudah dan akan terus menggandeng masyarakat, swasta dari akademisi juga pemerintah daerah untuk membangun dan memajukan desa.

“Hari bumi ini sarana untuk mengingatkan kita bahwa bumi ini bukan warisan tapi titipan untuk anak cucu, maka harus dirawat dengan membebaskannya dari polusi. Maka implementasi tenaga soraya untuk sektor pertanian adalah solusi tepat,” kata Dwinanto.

ads

Ia menyebut, sudah beberapa tahun terakhir Krandekan memanfaatkan energi surya untuk mengairi sawah. Dari 70 hektar sawah petani di desa ini, 40 hektar diantaranya sudah memanfaatkan pompa tenaga surya.

“Pompa tenaga surya ini bukan sekadar isu lingkungan tapi terbukti mampu menjawab keresahan petani. Kini petani bisa panen 3 kali setahun. Ada kenaikan hasil panen mencapai 470 ton permusim tanam. Kami bersyukur Krandegan jini menjadi desa mandiri energi,” ujarnya.

Wakil Bupati, Dion Agasi pada kesempatan itu bercerita bahwa dirinya pernah ke Abudabi. Disana ia dibuat heran sebab sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia, justru banyak warganya memilih untuk mengembangkan tenaga surya dengan nilai investasi yang lebih mahal.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa suatu saat minyak bumi maupun batu bara akan habis. Kita menyaksikan negara maju seperti Abudabi berani investasi besar untuk memulai pemanfaatan energi surya. Maka seharunya kita pun harus melakukan hal yang sama, apalagi kita bukan penghasil minyak seperti Abudabi,” ucap Dion.

Menurutnya, Krandegan dengan perkembangan teknologi pertanian dan digitalisasi yang sudah dilakukan patut mendapat apresiasi. Pemda Purworejo siap mendukung langkah Pemdes Krandegan.

“Kemandiran energi dan kemandirian pangan bisa berjalan searah di Desa Krandegan. Keduanya bisa saling mendukung,” katanya.

CEO Agros Global dari Singapura, Max Nelen yang hadir langsung pada peluncuran itu mengutarakan bahwa isu keberlanjutan selaras misi perusahaan miliknya. Acapkali dirinya berdiskusi dengan petani sehingga mengetahui begitu banyak masalah yang dihadapi para petani.

“Hari ini pupuk, pestisida semua naik termasuk bibit padi, jagung dan lain sebagainya, termasuk biasa produksi dari bahan bakar. Kenaikan harga itu menggerogoti keuntungan yang seharusnya didapat para petani,” katanya.

Terkait persoalan bahan bakar petani disarankan tak risau karena Agros global bisa memberikan solusi. Dua tahun lalu dirinya datang ke Krandegan. Desa itu dinilai sangat progresif maka pihaknya berani melakukan pemasangan intalasi PLTS berskala lebih besar sebagai katalisator di wilayah Jateng bahkan Indonesia.

“Kami sangat bangga bisa membantu Krandegan dan petani harus bisa berkembang. Kami siap memfasilitasi, kedepan proyek ini bisa lebih banyak lagi untuk desa-desa yang lain. Kalau ada masalah bisa komunikasi dengan tim Agros,” demikian katanya.(toyib)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!