- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Semarang) – Terminal Petikemas Semarang (TPK Semarang) memperkuat langkah dekarbonisasi operasional dengan mengimplementasikan sistem manajemen Gas Rumah Kaca (GRK) berbasis standar internasional melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop ISO 14064. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam merespons tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan dalam ekosistem logistik yang semakin mengedepankan aspek lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, TPK Semarang membangun fondasi sistematis dalam pengelolaan emisi GRK, mulai dari identifikasi sumber emisi, penetapan batas organisasi dan pelaporan, hingga metode kuantifikasi yang mengacu pada standar ISO 14064-1:2018. Pendekatan ini memastikan seluruh proses inventarisasi emisi dilakukan secara terukur, konsisten, dan transparan. Workshop juga menekankan penerapan lima prinsip utama dalam pelaporan GRK, yakni relevansi, kelengkapan, konsistensi, transparansi, dan akurasi, yang menjadi kunci dalam menghasilkan data emisi yang kredibel dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen GRK merupakan langkah konkret dalam mendukung transformasi operasional yang lebih efisien dan rendah emisi.

“Penerapan standar ini tidak hanya memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi secara berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen kami menuju green port yang kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

ads

Lead Auditor ID Survey, Fauzia Lutfiyya Haz, memberikan apresiasi atas langkah nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengimplementasikan pengelolaan serta pelaporan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang sejalan dengan standar ISO 14064-1:2018.

“Berdasarkan hasil verifikasi kami, sistem pengelolaan emisi GRK di sini sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Namun, masih diperlukan penguatan pada aspek dokumentasi, konsistensi data, serta penyediaan eviden pendukung. Pengendalian proses juga harus ditingkatkan guna memastikan akurasi, kredibilitas, dan keberlanjutan seluruh sistem pengelolaan emisi di lingkungan perusahaan,” ujar Fauzia.

Selain itu, pemahaman terkait konversi emisi ke dalam satuan CO₂ ekuivalen (CO2e) dengan mengacu pada nilai Global Warming Potential (GWP) terbaru turut memperkuat akurasi perhitungan emisi, sehingga dapat menjadi basis dalam penyusunan target penurunan emisi ke depan.

Langkah ini juga sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta upaya peningkatan kinerja lingkungan perusahaan dalam program PROPER. Dengan sistem inventarisasi GRK yang terstruktur dan terstandarisasi, TPK Semarang optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam upaya penurunan emisi sektor logistik nasional.

Ke depan, TPK Semarang akan terus mengembangkan inisiatif berbasis data dalam pengelolaan lingkungan, termasuk optimalisasi penggunaan energi, efisiensi operasional alat, serta penguatan budaya kerja berkelanjutan di seluruh lini operasional.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!