
MetroTimes (Surabaya) – Suasana khidmat menyelimuti perayaan malam Tahun Baru Imlek di Kelenteng T.I. TD Hong San Ko Tee. Rangkaian ibadah yang diikuti sekitar seratus umat yang datang untuk bersembahyang bersama menyambut pergantian tahun.

Kelenteng T.I. TD Hong San Ko Tee, yang dipimpin oleh Erdina Tedjaseputra, menjelaskan, kegiatan dimulai dengan pertunjukan barongsai sebagai simbol sukacita sebelum umat melaksanakan sembahyang tepat pukul 00.00. Setelah doa bersama, umat saling memberi salam sebagai wujud kebersamaan dan harapan baik di tahun yang baru.
Dalam prosesi ibadah, umat terlebih dahulu melakukan sembahyang menghadap Tuhan Yang Maha Esa, kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada Kongco atau dewa utama yang dipuja di kelenteng tersebut. Pada hari berikutnya tidak ada agenda khusus, namun umat biasanya tetap datang secara bergiliran bersama keluarga untuk bersembahyang.
Makna Tahun Kuda Api tahun ini, menurut Erdina, melambangkan semangat, kelincahan, serta harapan agar kehidupan berjalan lancar dan mampu mengatasi berbagai tantangan. Ia berharap perekonomian dapat kembali stabil, kerukunan masyarakat semakin terjaga, serta bangsa Indonesia terus maju.
Sebelum perayaan Imlek, kelenteng telah melaksanakan sejumlah rangkaian ritual, mulai dari sembahyang penghantaran dewa-dewi, pembersihan kelenteng dan rupang, hingga persiapan menyambut turunnya kembali dewa-dewi. Setelah Imlek, umat juga akan mengikuti sembahyang lanjutan serta tradisi ucapan syukur.
Selain itu, ritual Ciswa dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret dengan jumlah pendaftar sekitar 600 orang, termasuk yang diwakilkan. Dalam tradisi di kelenteng ini, prosesi dilakukan dengan penyiraman air kembang sebagai simbol pembersihan diri, tanpa pelarungan ke laut. Air bekas penyiraman kemudian dibuang sebagai bagian dari penutup ritual.
Melalui seluruh rangkaian ibadah tersebut, umat berharap tahun baru membawa keberkahan, keselamatan, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat luas.
(nald)





