- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Beberapa hari terahir, permintaan sterilisasi dari lembaga-lembaga pendidikan di Kabupaten Purworejo cukup tinggi sejak adanya edaran belajar di rumah bagi pelajar akibat mewabahnya Virus Corona (Covid-19). SMK Bhakti Putra Bangsa (Bharasa) Purworejo sebagai sekolah yang memberikan layanan sterilisasi berupa penyemprotan cairan disinfektan mengaku kewalahan memenuhi permintaan dari berbagai sekolah.

Kepala SMK Bharasa Purworejo, Rahman Sudrajad SS MPd, saat dikonfirmasi menyebut layanan sterilisasi sedianya akan difokuskan untuk lembaga pendidikan TK atau PAUD serta SD. Hal itu mengingat anak-anak usia tersebut lebih rentan terpapar virus corona.

Meski demikian, banyak juga SMP dan SMA sederajat yang mengajukan permintaan sterilisasi. Pada hari pertama tercatat antara lain TK Mranti, SMPN 21 Bruno, SMP PGRI Bruno, dan MTs 1 Bruno.

“Belum lama sejak kita informasikan layanan sterilisasi gratis ini, kemarin langsung banyak permintaan penyemprotan. Hari ini langsung kita tindak lanjuti,” sebutnya, Kamis (19/3).

ads

Dijelaskan, layanan sterilisasi gratis menjadi wujud kepedulian sosial dari SMK Bharasa Purworejo yang bergerak di bidang kesehatan dalam rangka mendukung pemerintah mencegah penyebaran Virus Corona, khususnya di instansi pendidikan. Sterilisasi dilakukan oleh para guru dan karyawan yang dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kegiatan sterilisasi ini sebagai wujud bakti sosial SMK Bharasa ke masyarakat dan ikut menyukseskan program pemerintah. Sterilisasi yang dilakukan yakni penyemprotan cairan disinfectant,” jelasnya.

Rahman Sudrajat mengungkapkan bahwa jumlah permintaan sampai hari ini cukup tinggi dan cukup membuat kewalahan mengingat terbatasnya tenaga sterilisasi. Sejumlah sekolah yang telah mengajukan permintan tercatat antara lain SDN Kaliboto, SMPN 19, MTSN Bener, dan SMP Pekacangan. Ada lagi SMP N 2, masjid-masjid di Ngrapah, dan sejumlah lembaga lain.

Pihaknya menyatakan akan berusaha untuk dapat melayani semua dengan penyesuaian waktu.

“Permintaan cukup banyak. Memang cukup bingung mengatur waktu dan tenaganya, tetapi kita akan berusaha,” ungkapnya. (dnl)