- iklan atas berita -

METRO TIMES ( Ambon- )  Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati telah melaksanakan kegiatan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) di Gedung PKBM Melati kota Ambon, yang berlokasi di Jl. Waihaong.

Ujian Pendidikan Kesetaraan Tahun Pelajaran 2024/2025 kembali diselenggarakan di wilayah Kota Ambon, baik untuk Program Paket C setara SMA, yang diselenggarakan dari mulai pada tanggal 21-25 April 2025.

PKBM Melati sebagai salah satu satuan pendidikan non formal, yang sudah memiliki akreditasi melaksanakan UPK Tahun 2025 untuk jenjang Paket C dengan mandiri.

UPK 2025 di PKBM Melati untuk program Paket C di ikuti oleh sebanyak 26 warga belajar, dengan masing-masing Jurusan IPA ada sebanyak 11 orang dan IPS 15 orang.

Menariknya, semuanya terpusat dan terpantau oleh pengawas. PKBM Melati yang memiliki 8 Unit Komputer ditambah 6 unit Leptop, yang dimiliki warga belajar, dapat melaksanakan UPK 2025 dengan lancar yang terus dipantau pelaksanaannya oleh para pengawas yang sudah diberikan tugas.

ads

Ketua PKBM Melati, sekaligus ketua panitia pelaksaan UPK 2025, Ida Faridah Tomasoa mengatakan pada pelaksanaan UPK Program Paket C. selain menyampaikan selamat melaksanakan UPK untuk para peserta, ia berharap agar dapat melaksanakan Ujian Pendidikan Kesetaraan dengan baik.

“Harapannya dapat melaksanakan UPK 2025 dengan baik dan lancar, yang selanjutnya dapat menciptakan lulusan yang berkualitas. Bagi peserta Paket C dengan usia produktif dapat melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi”. ujar Kaka Ida sapaan Ketua PKBM Melati itu, Jumat (25/04/2025)

Selain itu Ketua PKBM Melati itu, menyampaikan bahwa pendidikan formal maupun nonformal memiliki tugas dan fungsi yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa.

“Nilai lebih dari lembaga PKBM Melati, yaitu dapat menyelamatkan anak bangsa yang putus sekolah, atau tidak sempat mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Dan untuk para Tutor PKBM Melati pun berpesan agar tetap semangat dalam setiap penyelenggaraan pendidikan, terlebih dalam proses kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya

Selain itu, kata Tomasoa, terlepas dari pendidikan berkelanjutan, juga ada beberapa siswa yang sudah disiapkan diri, setelah menerima ijasah akan untuk mengikuti Tes Polisi

“Pendidikan kesetaraan ini juga adalah salah satu titik akhir untuk memberantas masyarakat putus sekolah, untuk mendapat kembali ijasah dan salah satunya juga memberantas kemiskinan, karena dengan ijasah tersebut masyarakat bisa mengadu nasibnya untuk bekerja di instansi pemerintah maupun swasta,” paparnya.

Untuk diketahui, berdasarkan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah salah satu fasilitas jalur Pendidikan Luar Sekolah (PLS) berbasis pendekatan masyarakat.

PKBM Melati merupakan lembaga pendidikan nonformal yang bertujuan untuk memfasilitasi mereka yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal atau putus sekolah tanpa mengenal batasan usia untuk menciptakan masyarakat yang kreatif dan inovatif.( Sara Pelu )