
MetroTimes (Surabaya) – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di GOR Kampus C Universitas Airlangga, Rabu (5/8). Sebanyak 512 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang menjadi gerbang awal pengenalan kehidupan akademik sekaligus penanaman nilai integritas, profesionalisme, dan budaya pelayanan di lingkungan FTMM.
Mahasiswa baru tersebut berasal dari lima program studi, yakni Rekayasa Nanoteknologi sebanyak 96 mahasiswa, Teknik Industri 120 mahasiswa, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan 83 mahasiswa, Teknik Elektro 97 mahasiswa, serta Teknologi Sains Data 116 mahasiswa.

Pada pembukaan kegiatan, FTMM UNAIR juga melakukan penyematan pin Zona Integritas (ZI) sebagai simbol komitmen membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai antikorupsi, birokrasi yang bersih, serta pelayanan yang berkualitas.

Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Sumber Daya FTMM Universitas Airlangga, Dr. Fadli Ama, S.T., M.T., menegaskan bahwa penyematan pin tersebut merupakan bentuk deklarasi nyata fakultas kepada seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa baru.
Menurutnya, FTMM berkomitmen mewujudkan lingkungan akademik yang bebas dari praktik korupsi, mengedepankan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa.
“Melalui momentum PKKMB ini kami ingin menunjukkan bahwa FTMM merupakan fakultas yang berkomitmen terhadap Zona Integritas, yaitu bebas korupsi, memiliki birokrasi yang bersih, serta selalu mengutamakan pelayanan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, implementasi Zona Integritas tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui penerapan seluruh standar operasional prosedur (SOP), penguatan tata kelola organisasi, peningkatan sistem pengawasan, akuntabilitas pelayanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Fadli menambahkan, seluruh unsur fakultas dilibatkan dalam komitmen tersebut, mulai dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, hingga mahasiswa baru dan mahasiswa senior.
“Kami ingin seluruh mahasiswa melihat bahwa komitmen ini dilakukan secara menyeluruh. Semua elemen fakultas memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga budaya integritas dan memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Dalam pelaksanaan PKKMB selama tiga hari, FTMM juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi demi menjamin keamanan dan kenyamanan peserta. Selain menghadirkan tim medis, fakultas turut melibatkan organisasi mahasiswa dan kakak tingkat untuk mendampingi mahasiswa baru, termasuk melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung.
“Kami sudah mempersiapkan berbagai skenario apabila terjadi kondisi di luar dugaan. Yang terpenting, mahasiswa baru merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman pertama yang positif selama mengikuti PKKMB,” jelas Fadli.

Sementara itu, Ketua PKKMB FTMM 2026 yang juga dosen Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Amila Sofiah, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan PKKMB tingkat fakultas berlangsung selama tiga hari setelah sebelumnya mahasiswa mengikuti rangkaian PKKMB tingkat universitas.
Pada hari pertama, mahasiswa baru diperkenalkan dengan profil FTMM, perspektif pendidikan bidang engineering, sejarah fakultas, sistem akademik, layanan kemahasiswaan, administrasi, karya ilmiah, hingga jurnalistik.
Selanjutnya pada hari kedua, peserta dibagi sesuai program studi untuk mendapatkan pengenalan lebih mendalam mengenai kompetensi inti masing-masing program studi. Sedangkan pada hari terakhir, mahasiswa akan dikenalkan dengan berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan FTMM agar mereka dapat memilih wadah pengembangan diri sesuai minat dan bakat.
“Target utama kami adalah memberikan gambaran menyeluruh mengenai kehidupan di FTMM. Memang waktunya terbatas, tetapi setidaknya mahasiswa memahami lingkungan akademiknya, mengetahui aturan yang berlaku, serta tahu harus menghubungi siapa ketika membutuhkan bantuan,” ujar Amila.
Ia menambahkan, seluruh materi PKKMB mengacu pada pedoman resmi dari kementerian dan Universitas Airlangga dengan penekanan pada pelaksanaan kegiatan yang edukatif, humanis, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun tekanan psikologis.
Menurutnya, kesehatan mental mahasiswa menjadi perhatian serius FTMM. Karena itu, selama kegiatan disiapkan tim medis serta layanan bantuan (help center) yang dapat dimanfaatkan mahasiswa apabila membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
“Kami memastikan tidak ada bentuk penekanan yang dapat mengganggu kondisi mental mahasiswa. Justru kami ingin mereka memasuki dunia perkuliahan dengan rasa percaya diri, nyaman, dan memiliki semangat untuk berkembang,” jelasnya.
Selain itu, seluruh mahasiswa baru akan memperoleh handbook yang berisi panduan akademik, tata tertib, layanan kemahasiswaan, hingga informasi mengenai pejabat dan unit kerja yang dapat dihubungi apabila menghadapi persoalan tertentu selama menjalani perkuliahan.
Melalui PKKMB 2026, FTMM Universitas Airlangga berharap 512 mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus secara cepat, memahami budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, serta siap menjadi insan akademik yang unggul, inovatif, dan berkarakter sesuai nilai-nilai Universitas Airlangga.
(nald)




