
MetroTimes (Surabaya) — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan mendukung konektivitas logistik nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan jajaran manajemen OOCL Shipping Lines ke PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Kamis (17/9).

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Karen Lam, Regional Group General Manager ASNG; Aaron Chen, Regional General Manager Indonesia; serta Samsuar, Branch Manager Surabaya. Jajaran OOCL disambut langsung oleh Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, bersama jajaran manajemen TTL.
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas perkembangan operasional dan layanan terminal, dinamika industri pelayaran dan logistik, serta peluang peningkatan kolaborasi untuk mendukung kebutuhan layanan OOCL di masa mendatang.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk bertukar perspektif sekaligus memperkuat komunikasi dengan OOCL. Bagi TTL, hubungan yang erat dengan shipping line merupakan fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang semakin andal, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa,” ujar David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong.
David menambahkan bahwa TTL akan terus meningkatkan kapabilitas operasional, kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan arus perdagangan dan konektivitas logistik melalui Surabaya.
Dalam diskusi tersebut, Karen Lam menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis Surabaya dalam mendukung konektivitas logistik, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.
“Surabaya memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai hub port bagi Indonesia Timur. Di tengah tantangan pengembangan di Jakarta dan Semarang, Surabaya dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat konektivitas dan jaringan logistik,” ujar Karen Lam, Regional Group General Manager ASNG, OOCL Shipping Lines.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan ke Integrated Planning and Control Room (IP&C) TPK Teluk Lamong. Melalui fasilitas tersebut, jajaran OOCL melihat secara langsung proses perencanaan, monitoring, dan pengendalian operasional terminal secara terintegrasi dan real time.
“Kami terkesan dengan Integrated Planning and Control Room TTL yang memungkinkan operasional dipantau secara real time, termasuk bagaimana Automated Stacking Crane (ASC) beroperasi di lapangan,” tambah Karen.
Penerapan sistem perencanaan dan pengendalian terintegrasi tersebut menjadi bagian dari transformasi operasional TTL dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan terminal, menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat, serta memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap proses pelayanan.
Bagi TTL, kunjungan OOCL tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan dengan pengguna jasa, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai peluang pengembangan layanan dan konektivitas yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Ke depan, TTL akan terus memperkuat sinergi dengan para shipping line dan pengguna jasa melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan kapabilitas operasional, serta pemanfaatan teknologi. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TTL untuk menghadirkan terminal yang andal, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan konektivitas perdagangan nasional dan Indonesia Timur.
(nald)









