
MetroTimes (Malang) – PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Brantas terus memperkuat keandalan pasokan listrik di Jawa Timur dengan mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami. Pembangkit dengan kapasitas terpasang 3 x 35 MW ini tidak hanya menjadi penopang utama kebutuhan energi, tetapi juga berperan strategis sebagai unit black start yang dapat memulihkan sistem kelistrikan Jawa Timur saat terjadi pemadaman total.

Senior Manager UP Brantas, Arfan, menyampaikan bahwa kinerja PLTA Sutami tahun ini menunjukkan tren positif. Dengan curah hujan yang cukup baik, potensi produksi listrik hingga akhir 2025 diproyeksikan bisa menembus target sebesar 1.400 GWh.
“Produksi ini merupakan capaian yang sangat penting, namun keberlanjutannya tetap bergantung pada ekosistem di sekitar kawasan tangkapan air. Karena itu, kami menjaga keseimbangan antara operasional pembangkit dengan upaya konservasi lingkungan,” ujar Arfan.
Sejalan dengan itu, PLN NP menggandeng Perum Jasa Tirta, Dinas Lingkungan Hidup, serta berbagai LSM lokal dalam program pelestarian alam. Kegiatan penghijauan di daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah hulu terus dilakukan untuk menjaga kualitas serta kuantitas air yang menjadi sumber utama PLTA Sutami.
Tidak berhenti pada energi air, PLN juga tengah menyiapkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Waduk Sutami. Proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas belasan hingga puluhan MWp dengan pemanfaatan area 10–20% dari total luas waduk.
“PLTS terapung akan menjadi simbol transisi energi di Jawa Timur, menggabungkan tenaga air dengan tenaga surya dalam satu lokasi. Jika proses perizinan berjalan sesuai rencana, pembangkit ini ditargetkan mulai beroperasi sekitar 2027,” jelas Arfan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Ika Sudarmaja, menegaskan pentingnya penguatan sistem transmisi untuk mendukung pasokan listrik yang handal. Menurutnya, meski kondisi transmisi di Malang Raya masih berada dalam batas aman, pengembangan tetap diperlukan agar mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan energi masyarakat.
“Transmisi adalah jalur utama penyaluran listrik. Pembangunannya perlu pertimbangan keekonomian investasi sekaligus perencanaan terintegrasi dengan sistem nasional,” kata Ika.
Dengan optimalisasi PLTA Sutami, pengembangan PLTS terapung, serta peningkatan infrastruktur transmisi, PLN mempertegas langkahnya dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus menjaga keandalan listrik di Jawa Timur.
(nald)




