
Metro Times (Purworejo) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo mendapat kepercayaan bekerja sama dengan American Red Cross (Amcross) dan PMI Pusat untuk menyukseskan Program Kampanye Imunisasi MR Campak dan Rubella. Selama lebih kurang tiga bulan ke depan, PMI akan menggencarkan mobilisasi sosial, edukasi, promosi, dan komunikasi untuk mendongkrak partisipasi masyarakat dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022.
Kampanye Imunisasi MR Campak dan Rubella diawali PMI dengan menggelar Sosialisasi Lintas Stakeholder di Ganeca Convention Hall Purworejo, Sabtu (20/8). Sosialisasi diikuti 200-an peserta terdiri atas kepala desa/kelurahan, kepala Puskesmas, Camat, unsur stakeholder Dinas Kesehatan, dan MUI. Hadir antara lain delegasi Amcross, Muchrizal Harris, Pengurus PMI Pusat, Dewi Ariyani, Pengurus PMI Jawa Tengah, dr Hartanto, serta Ketua PMI Kabupaten Purworejo, Yuli Hastuti SH.
Pada kesempatan itu diketahui bahwa ada sejumlah alasan dipilihnya Purworejo sebagai lokasi Kampanye Imunisasi MR Campak dan Rubella. Beberapa di antaranya yakni masih rendahnya jumlah atau capaian imunisasi Campak dan Rubella serta kepadatan jumlah penduduk di Kabupaten Purworejo.
“Selain itu, PMI Pusat dan Provinsi Jateng juga menilai PMI Purworejo sukses dalam pelaksanaan program promosi kesehatan CovId-19 sehingga layak untuk kembali mendapatkan program dari pusat,” kata dr Hartanto.
Delegasi Amcross, Muchrisal Harris, menyatakan PMI punya jejaring yang luas hingga ke tingkat pedesaan. Karena itu, pihaknya percaya program kampanye kali ini dapat terlaksana dengan baik.
“Tugas PMI mendukung Pak Camat sampai tingkat desa untuk menggerakkan imunisasi. Seperti pada saat itu PIN tahun 1995, 1996, dan 1997 terbilang sukses karena semua bergerak dari kecamatan hingga desa. Mari kita sukseskan program BIAN, mari kita wujudkan,” katanya.
Menurutnya, pusat menargetkan capaian imunisasi MR sebanyak 95 persen.
“Pola door to door untuk kampanye dan promosi butuh dukungan dari desa dan masyarakat. Harapannya Purworejo bebas dari Campak Rubella dan penyakit lain seperti polio,” ungkapnya.
Sementara itu, Wabup Yuli Hastuti mengungkapkan bahwa menurut WHO, UNICEF dan GAVI, sekitar 80 juta bayi di bawah satu tahun di seluruh dunia terancam menghadapi risiko penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti difteri, campak dan polio. Vaksin MR memiliki urgensi untuk dilakukan karena campak termasuk satu dari 10 penyebab kematian pada anak di dunia.
“Pemerintah telah berkomitmen kuat dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella. Vaksin MR menjadi salah satu ikhtiar terbaik untuk mencegah penyakit itu”, ungkapnya.
Lebih lanjut pihaknya mengaku bangga karena Kabupaten Purworejo menjadi salah satu dari dua daerah yang dipilih dalam program internasional dalam mendorong keberhasilan BIAN Tahun 2022. Guna menyukseskannya, PMI akan melakukan mobilisasi sosial, edukasi, promosi dan komunikasi secara massif.
“Kegiatan ini akan menyasar 162 kelurahan dan desa di Kabupaten Purworejo yang jumlah penduduknya padat dan cakupan imunisasinya masih cukup rendah dengan target 132.000 kepala keluarga,” tandasnya.
Kegiatan sosialisasi diisi dengan penyampaian materi dari beberapa narasumber, antara lain terkait Rencana Aksi Promkes oleh PMI Purworejo, Penyakit Campak dan Rubella oleh Dinkes, serta sudut pandang vaksin dari sisi agama oleh MUI. (dnl)





