- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Banyaknya Calon Legislatif (Caleg) yang ingin menduduki kursi dewan dengan segala cara, dengan tidak memperdulikan aturan kepentingan masyarakat. Sehingga membawa sebagian orang apatis yaitu cenderung tidak peduli atau tidak memiliki motivasi untuk terlibat dalam situasi Pemilu.

Demikian pula dengan tokoh masyarakat Tembok Dukuh Abdul Hamid yang harus mengamati Caleg yang akan didukung dan dipilih, sehingga harus betul-betul yakin dengan apa yang dilihat dan didengar.

“Saya beberapa waktu lalu datang ke rumah beliau (Dr. H. Rasiyo, M.Si.), tapi saya tidak mengundang beliau ke tempat kami untuk menyapa warga, karena saya belum tahu siapa pak Rasiyo ini. Bagaimana penilaian masyarakat terhadap pak Rasiyo,” jelasnya kepada warga yang hadir di Balai RW 01 Kel. Tembok Dukuh, Kec. Bubutan Surabaya, Rabu malam (23/1/2024).

ads

Ia melanjutkan, saat saya dilokasi rumah Pak Rasiyo, saya melihat ada lembaga pendidikan An Nur yang dimiliki oleh pak Rasiyo sendiri. Saya melihat sekolah TK, SD, SMP yang berlantai 3 dan terlihat bagus besar.

“Saya mencoba tanya kepada security sekolah, apakah mungkin kalau warga yang ekonominya kelas menengah ke bawah bisa sekolah di sekolah ini ?. Dan security menjawab bahwa semua itu bisa pak disini. Jangankan orang yang kelas ekonominya menengah kebawah, sedangkan beberapa anak Yatim itu bisa sekolah disini,” tutur Hamid

Saya semakin penasaran, lanjutnya, saya tanya lagi, kalau sebagian ada anak yatim, bagaimana mereka bisa sekolah di sini ?. Kemudian security ini menjawab lagi, Alhamdulillah banyak pak, anak yatim piatu yang sekolah di sini. Syarat untuk anak yatim yang jelas ada surat pengantar RT RW, maka tidak dipungut biaya atau gratis.

“Penjelasan security ini membuat hati saya terenyuh. Sehingga saya yakin seyakin-yakinnya untuk mengundang Dr. H. Rasiyo, M.Si., Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil 1 Kota Surabaya, nomer urut 1. Sekaligus kami mohon kepada semua undangan untuk sama-sama yakin, mantap menjadikan Pak Rasiyo menjadi wakil warga Tembok Dukuh di DPRD Provinsi Jawa Timur,” harapnya.

“Saya sebagai saksi bahwa beliau itu orangnya bijaksana, amanah, tidak mengumpul harta untuk kesenangan diri sendiri tetapi tetap berbagi kepada orang yang membutuhkan. Orang seperti Pak Rasiyo ini jarang sekali, mungkin seribu berbanding satu .Oleh karena itu sekali lagi saya mohon kepada seluruh hadirin tolonglah beliau ini kita pilih, agar kita tidak salah pilih wakil rakyat,” tandasnya.

“Kalau saya sampaikan ini saya mengada-ada saya berdosa. Jadi saya sebagai saksi untuk memberangkatkan beliau menjadi Dewan,” imbuhnya semangat.

Sementara saat silaturahmi sapa warga Dr. H. Rasiyo, M.Si., menyampaikan, Pak Hamid tokoh masyarakat di Tembok Dukuh, saya sangat berterimakasih, karena saya dihantarkan ke Balai RW ini untuk bertemu warga adalah penghargaan yang luar biasa, saya bisa masuk. Dan Allah SWT mengtakdirkan saya berdiri di sini bertemu dengan ibu-ibu.

Warga harus kenal dulu wakilnya, dan yang penting track recordnya. Saya guru SMPN 12 Surabaya sampai menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kalau bukan orangnya kerja yang benar tidak mungkin dipilih. Lanjutnya, Kemudian setelah Pak De Karwo jadi Gubernur, yang namanya Rasiyo itu menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur. Kalau tidak kerja berkualitas tidak mungkin diangkat menjadi Sekda.

“Saya jabatan birokrasinya sudah paling tinggi di Provinsi Jawa Timur. Sekarang saya berubah ke politik, karena saya ingin pengalaman-pengalaman saya di birokrasi akan saya sampaikan tularkan di legislatif nanti. Karena Sekda itu ketua anggaran, Sekda itu adalah orang yang ditugasi oleh Gubernur untuk menyusun anggaran di pemerintahan, bersama dengan legislatif,” tuturnya.

“Warga kalau tidak memiliki Wakil di Legislatif sulit juga, karena permasalah di daerah itu banyak. Permasalah sosial ya disampaikan ke wakilnya, seperti masalah sekolah, masalah kesejahteraan, masalah paving dan yang lainnya. Sehingga masalah yang timbul karena kebijakan pemerintah yang tidak memberikan manfaat kepada masyarakat. Maka wakil rakyat itu yang akan menyampaikan kepada pemerintah. Jadi wakil rakyat itu orangnya, maka pilih orangnya bukan partainya,” terang Rasiyo.

“Saya sudah berpengalaman untuk menyusun anggaran dan Sekda itu sudah diuji. Jadi tidak mungkin kalau saya sudah terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur akan lupa dengan warga yang mendukung dan memilih
saya,” tegas Rasiyo.

“Terakhir saya meminta untuk hati-hati dengan serangan fajar. Beda dengan yang saya lakukan, saya sowan ke panjenengan, saya memperkenalkan diri, saya mohon doa restu, kemudian saya memberitahu bagaimana cara memilih. Dan saya berharap warga Sememi adalah masyarakat yang cerdas dalam melaksanakan pemilu yang demokratis ini,” tutupnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!