- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Untuk mengapai semua suksesnya tersebut, prinsip yang selalu diterapkan Mastur adalah meminta restu dari orangtuanya. Kemudian selalu usaha, tawakal, sabar dan doa. Apalagi, dikeluarganya dirinya ada 6 bersaudara, dan dirinya seorang yang mampu meraih sampai menjadi doktor, sedangkan lainnya hanya duduk di bangku SMA.

“Semua saya terapkan mengalir apa adanya, tidak mau terlalu berambisi, ssemua yang di gariskan tuhan saya jalankan dan hasilnya saya serahkan ke tuhan,”kata anak dari pasangan almarhum Karto Wasis dan Rungisah, ini, kepada Metrotime.news, Senin (3/6/2019).

Pria kelahiran Kebumen,19 Maret 1975, ini mengaku awalnya saat masih menempuh kuliah sarjana memang selalu merasa minder, saat bertemu dengan teman-temannya. Namun berjalannya waktu rasa minder tersebut hilang dengan sendirinya, dengan niat usaha ditekuni dengan baik, nantinya hasil tujuan akan baik pula.

“Toh jualan kelontong dan kerja biro travel merupakan usaha halal dan tidak mengganggu maupun merepotkan orang lain, jadi ndak masalah. Makanya berjalannya waktu timbul percaya diri dan bangga, karena mampu biayai kuliah dengan kerja keras, dan keringat sendiri tanpa minta dari orangtua,”kenangnya.

ads

Saat ini, Mastur, merasa bangga, karena semua kuliahnya hasil jerih payah sendiri. Sekalipun saat awal kuliah, nebeng ditempat kakaknya, namun uang kuliah diperoleh dengan kerja keras. Tak dipungkirinya, perjuangan dalam menempuh sarjana berimbas pada starata berikutnya.

“Kemudian pas magister hingga doktor semua dengan beasiswa dan lulus tepat waktu. Itu ndak mungkin terjadi kalau sarjana, saya tidak menempuh dengan kerja keras, disiplin dan mengatur masalah waktu dengan baik,”sebut Ketua Tanfidziyah Ranting NU Mangunsari, Gunungpati, ini.

Saat ini, sebagai pemimpin di FH Unwahas, ia juga selalu menerapkan konsep yang demokratis. Baginya, sebagai pemimpin tidak bisa berhasil kalau tidak didukung semua komponen yang ada di semua fakultas. Menurutnya, keberhasilan itu harus saling mendukung sehingga dengan konsep bekerja bersama pasti bisa diatasi semua.

“Dulu pas jadi Paswascam di Kecamatan Gunungpati tahun 2009, bekerja di bidang penegakaan dan penindakan. Dulu juga nyambi kuliah doktor, kalau di fakultas Unwahas nonaktif tugas belajar,”katanya.

Mastur mengakui, banyak ilmu yang bisa dipetik dari dirinya selama menjabat menjadi Panwascam, dosen hingga dekan. Diantaranya, semua pekerjaan kalau dijalankan dengan tanggungjawab, pekerjaan itu akan menjadi ringan dan menyenangkan. Selain itu, dengan menjalani pekerjaan dan mencintai pekerjaan secara ikhlas nantinya akan berimbas pada diri pribadi.

“Kalau ceritanya bisa jadi Panwascam diajak teman untuk daftar, waktu itu ada 20 yang daftar, tapi yang lolos 3 orang, saya salah satunya. Jadi Panwascam pas masa Pilwalkot sampai Pileg dan Pilpres tahun 2014. Setelah masa jabatan habis, saya tidak lamar lagi, kalau tidak salah cuma satu tahunan,”kenangnya.(jon)

BIODATA
Nama: Dr. Mastur, SH, MH.
Lahir : Kebumen,19 Maret 1975
Ayah : Almarhum Karto Wasis.
Ibu : Rungisah.
Istri : Dwi Mulyanti.
Anak : Azahra Khalifah Ardiyana.

Pekerjaan :
 Mantan Anggota Panwascam Gunungpati.
 Dekan FH UNWAHAS.

Pendidikan :
 SMA Negeri 2 Kebumen.
 Sarjana Ilmu Hukum FH USM.
 Magister Kosentrasi HAKI FH UNDIP.
 Doktor Kosentrasi HTN FH UNS .

Pengalaman Organisasi:
 Mantan Ketua Advokasi LPPNU pada PWNU Jateng.
 Mantan Wakil Ketua Basyarnas pada MUI Jateng.
 Asesor Serdos dilingkungan Kopertis VI Jateng.
 Pengawas Koperasi Karyawan Unwahas.
 Ketua Tanfidziyah Ranting NU Mangunsari, Gunungpati.
 Asosiasi Pengajar HTN-HAN Jateng.

Rumah: Perumahan Mangunsari Asri, Gang Tanjung, No. 26, Kelurahan Mangunsari, Gunungpati, Kota Semarang.