
Metro Times (Kebumen) Insiden yang menimpa sang suami di rumahnya beberapa waktu lalu membuat Solikhatun (36) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen merasa cemas. Pasalnya, cedera yang dialami sang suami terbilang cukup parah hingga mengeluarkan banyak darah. Dalam kepanikan, Solikhatun segera membawa sang suami ke Puskesmas Ambal di dekat rumahnya.
“Saya waktu itu sangat khawatir. Bukan cuma soal lukanya, tapi juga soal biaya pengobatannya. Saya tahu jahit luka itu bisa mahal. Di dompet saya hanya ada uang untuk belanja harian. Kalau sampai disuruh bayar mahal, saya bingung harus cari ke mana,” cerita Sholihatun pada Kamis (07/08).
Namun kekhawatiran itu seketika sirna ketika petugas Puskesmas memberi kabar menggemberikan. Saat ia hendak membayar biaya pengobatan, petugas memberi tahu bahwa ia, suami, dan anaknya telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah Pemerintah Daerah (PBPU Pemda), yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kebumen.
“Saya sampai nggak percaya waktu itu. Saya baru tahu kami sudah terdaftar. Ternyata, saat saya belum sadar, pemerintah sudah melindungi kami,” ucapnya dengan nada rendah.
Solikhatun mengatakan, informasi itu membuat dirinya merasa sangat lega. Bukan hanya karena biaya pengobatan suaminya sepenuhnya dijamin, tetapi juga karena ke depan, ia tidak perlu lagi khawatir biaya pengobatan jika sewaktu-waktu ada anggota keluarganya yang jatuh sakit.
“Memiliki JKN itu penting sekali. Kita nggak tahu kapan akan sakit. Bisa jadi hari ini sehat, besok jatuh, demam, atau apa. Sekarang saya lebih tenang karena tahu sudah terdaftar,” tambahnya.
Menurutnya, kehidupan keluarganya bisa dibilang jauh dari kata mewah. Penghasilan pas-pasan, tabungan pun nyaris tak ada. Sehari-hari, perempuan sederhana ini bekerja sebagai buruh tani, membantu tetangga menggarap sawah untuk menyambung hidup. Sementara suaminya bekerja di luar kota sebagai karyawan warung bakso, meninggalkan rumah demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Di tengah keterbatasan, kami sangat bersyukur telah terdaftar JKN. Apalagi seluruh iurannya telah dibayarkan oleh Pemda Kebumen setiap bulannya,” ungkapnya.
Saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kebumen, Solikhatun mengaku mengurus pergantian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Puskesmas Mirit ke Puskesmas Ambal. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya memang tinggal di Kecamatan Mirit, tetapi sekarang telah menetap di Ambal. Dengan mengganti faskes, ia berharap pelayanan kesehatan bisa lebih mudah dan dekat dari rumah.
“Kemarin pas kejadian, suami tetap dirawat di Puskesmas Ambal meskipun terdaftar di Puskesmas Mirit. Jadi sekarang saya rubah ke Puskesmas Ambal, kalau nanti sewaktu-waktu butuh, jadi dekat tempat berobatnya karena cuma beberapa menit dari rumah,” tuturnya.
Saat berada di kantor BPJS Kesehatan, Solikhatun juga mendapat informasi tambahan dari petugas bahwa sekarang peserta JKN dapat mengakses berbagai layanan secara digital melalui Aplikasi Mobile JKN maupun layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp). Mulai dari perubahan data, pengecekan status kepesertaan, hingga informasi fasilitas kesehatan terdekat bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus datang ke kantor.
“Saya jadi tahu sekarang ternyata banyak hal bisa diurus dari rumah. Kalau tidak sempat ke kantor, bisa pakai HP dan itu sangat memudahkan,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Solikhatun, JKN adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap warga masyarakat seperti dirinya. JKN juga menjadi harapan untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan yang layak. Ia merasa lebih aman, dan lebih tenang menjalani hari-hari, karena tahu kini ada perlindungan yang selalu siap membantu.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan. Kami rakyat kecil ini merasa lebih diperhatikan. Mudah-mudahan JKN tetap ada dan makin baik ke depannya,” ucapnya penuh haru. (dnl)




