- iklan atas berita -

Metro Times (Kota Magelang) Pelatihan kewirausahaan yang digagas dalam program Walikota Magelang, Damar Prasetyono, mendapat atensi yang tinggi dari masyarakat Kota Magelang. Program yang dirapatkan melalui Renja (rencana kerja) 2025 dan pelaksanaan di 2026 ini memiliki berbagai kelas wirausaha yang dibuka.

Dari tahun ke tahun, peserta yang memiliki minat mengikuti kegiatan ini semakin meningkat. Dengan data dari masing-masing RT dan ditujukan pada warganya yang belum bekerja ataupun wirausahawan.

Namun, di tahun 2026 ini pelaksanaannya mendapat banyak kekecewaan dari calon peserta, yang mana berkaitan insentif bantuan yang diberikan dikarenakan alasan efisiensi dan kebijakan Walikota terkait pendanaan pengadaan bantuan barang wirausaha.

Seperti yang disampaikan salah satu peserta, DB (32) warga Kota Magelang, ketika diwawancara, merasa ragu untuk melanjutkan atau tidaknya pelatihan ini.

“Saya juga sekarang bingung antara mau lanjut atau tidak karena kebijakannya berubah-ubah seperti itu”, ujarnya.

ads

Diketahui, anggaran yang disampaikan dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) renja 2025, anggaran pelatihan wirausaha yang bersumber dari APBD 2025 berbeda-beda sesuai kelas yang dibuka, dan dana ini berasal dari Dinas Tenaga Kerja kota Magelang pun menyampaikan untuk renja 2025 dan pelaksanaan di 2026 ini memang telah dibuka pelatihan, hanya untuk kali ini tidak ada bea akomodasi peserta baik untuk transportasi maupun makan siang.

Begitu pula yang disampaikan Kepala Disnaker kota Magelang, Susilowati.

“Berkenaan adanya efisiensi, maka para peserta di tahun ini tidak ada uang ganti akomodasi dan makan siang, dan setelah Pak Walikota dipanggil arahan dari KPK di Jakarta, maka untuk pengadaan alat bantuan ke peserta pun dibatalkan,” ujarnya.

Dari informasi yang didapatkan, dana tersebut tetap berada di Bendahara Umum Daerah (BUD), dan hanya dikeluarkan bagi yang sudah melaksanakan pelatihan. Karena dana akomodasi dan uang makan itu murni dana Disnaker, sedangkan dana untuk pengadaan bantuan alat masih ada di BAPPEDA Kota Magelang.

Pelatihan Wirausaha Kreatif ini menyasar warga usia produktif yang belum bekerja dan menjadi strategi Pemerintah Daerah dalam upaya menekan angka pengangguran. (dee)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!