- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Puluhan mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Bhakti Putra Bangsa Purworejo (BPBP) menjalani Ucap Janji dan Penyematan Lencana Periode XI Tahun 2019 dI Auditorium kampus setempat, Sabtu (20/7). Prosesi itu menandai kesiapan mahasiswa sebelum terjun melaksanakan praktik Keterampilan Dasar Klinik (KDK) di lahan praktik untuk kali pertama.

Ucap janji disaksikan direktur Akbid Nurma Ika Zuliyanti SST MKes, para dosen, dan staf. Hadir perwakilan pihak terkait, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Purworejo, para direktur rumah sakit yang menjadi lokasi praktik, dan orang tua atau wali mahasiswa.

Wakil Direktur I Bidang Akademik, Tri Puspa Kusumaningsih SST MKes, dalam laporannya menyampaikan bahwa prosesi ucap janji dan penyematan lencana Akbid Purworejo tahun akademik 2018/2019 diikuti seluruh mahasiswa semester 2 yang berjumlah 22. Dua mahasiswa diantaranya merupakan peraih beasiswa bidikmisi.

Ucap janji dilakukan untuk menjamin profesionalisme mahasiswa dengan meningkatkan kesadaran terhadap tugas, tanggung jawab, etika, hak, dan kewajiban ketika melaksanakan praktik KDK. Sebelumnya mereka telah melalui serangkaian kegiatan akademik pada semester 1 dan 2. Mereka juga telah mendapatkan pembekalan melalui pendidikan dan latihan keahlian (Diklat skill) di laboratorium serta dinyatakan lulus ujian.

“Kegiatan ini sebagai momentum formasl bahwa mahasiswi telah siap untuk mengikuti kegiatan akademik selanjutnya, yaitu di terjunkan ke lahan praktik,” ungkapnya.

ads

Para mahasiswa akan menjalani praktik KDK selama satu bulan ke depan. Sejumlah lahan praktik yang akan ditempati antara lain RSUD dr Soedirman Kebumen, RST Magelang, RSJ Magelang, dan RS Budi Sehat Purworejo.

Direktur Akbid BPBP, Nurma Ika menjelaskan, praktik klinik merupakan bagian terpenting dalam keseluruhan proses pembelajaran pendidikan Diploma III Kebidanan dalam rangka tercapainya kompetensi lulusan yang kompeten.

“Melalui praktik inilah mahasiswa dituntut untuk mengembangkan dan memadukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sehingga siap sepenuhnya dalam praktik sebagai bidan yang kompeten dalam kewenangannya,” jelasnya.

Nurma Ika menegaskan bahwa memasuki era revolusi industry 4.0 membutuhkan tenaga kerja, termasuk bidan, yang menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia. Karena itu, pihaknya terus berupaya menyiapkan bidan dengan menyeimbangkan kurikulum berbasis ketiga literasi tersebut.

“Jadilah orang yang berbeda, siap bekerja, siap mengabdi dan siap menolong,” tegasnya kepada para mahasiswa.

Kegiatan ucap janji dilanjutkan dengan Seminar Kesehatan bertajuk “Peluang Usaha Bidan di Era Milenial” yang diikuti mahasiswa Akbid dari semua angkatan. Seminar menghadirkan narasumber Umi Susilowati SST MKes CI IBH CT NNPL, pendiri yayasan Pelita Negeri dan beberapa usaha terkait kebidanan asal Kabupaten Boyolali. (dnl)