
Metro Times (Purworejo) Kehadiran tiga proyek nasional yakni Bandara Internasional Yogyakarta (BIY), Badan Otorita Borobudur (BOB) dan Bendungan Bener, dinilai menjadi magnet investasi Purworejo. Sejumlah perusahaan berskala menengah hingga besar, mulai melirik wilayah tersebut sebagai calon lokasi untuk menanamkan modal.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (Din PMPTSP) Kabupaten Purworejo Widyo Prayitno, menurut Widyo, Keberadaan tiga proyek nasional. Calon investor berskala besar yang berminat ke Purworejo antara lain Grup Bakrie.
“Manajemen perusahaan nasional itu telah datang ke Purworejo untuk penjajakan bisnis. Purworejo sekarang berbeda, sudah menjelma jadi kabupaten yang seksi untuk investasi. Tiga proyek besar menjadi faktor penariknya. Hal ini menjadikan Kabupaten Purworejo masuk dalam radar investasi,” ujarnya beberapa waktu lalu, saat diwawancarai wartawan.
Dikatakannya, situasi kondusif sangat dibutuhkan agar investor mau datang ke Purworejo. Widyo menilai, Purworejo dalam kondisi yang aman dan tenteram, sehingga menumbuhkan iklim investasi yang baik.
“Kami sedang berupaya menjadikan Purworejo ramah investasi,” katanya.
Terpisah, Ketua DPRD, Dion Agasi Setiabudi, mengungkapkan pihak legislatif sedang menyelesaikan rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk mendukung investasi di wilayah Purworejo. Dengan adanya RTRW yang baru diharapkan dapat memberikan ruang yang cukup bagi para investor.
“Yang sedang kami kejar adalah rencana tata ruang wilayah. Kalau ini (RTRW) selesai akan banyak opsi bagi para investor untuk membangun usaha disini (Purworejo),” katanya.
Pada kesempatan lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Said Romadon, mengatakan, pemerintah sedang mengupayakan kesiapan insfrastruktur untuk menarik inverstor. Selain itu, keberadaan insfrastruktur yang memadai juga dapat berefek positif bagi perekonomian masyarakat.
“Pembangunan insfrastruktur merupakan salah satu fokus program kerja kami. Bagaimanapun sarana dan prasarana seperti jalan dan jembatan atau khususnya kemudahan transportasi ini perlu disiapkan untuk mengembangkan ekonomi dan industri ataupun investasi,” jelasnya.(dnl)




