- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi warning atau peringatan untuk Kabupaten Purworejo agar melakukan siaga darurat kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

“Ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang diberi warning sama BMKG, yakni Kabupaten Wonogiri, Purworejo dan ada satu daerah lagi. Untuk Purworejo kami langsung merespon dengan melakukan langkah-langkah antisipasi serta penanganan,” kata Plt Tugas Kepala Pelaksana BPBD, Purworejo, DD Yeni Iswantini, Kamis (25/7).

Ia mengutarakan, dari hasil pengamatan BMKG potensi curah hujan di Purworejo sangat minim, dibawah 50 ml. Hal ini mendorong Kabupaten Purworejo masuk dalam daftar daerah darurat kekeringan.

“Bupati juga sudah mengeluarkan SK siaga darurat kekeringan dan Karhutla. Masa siaga berlangsung sekitar 3 bulan, terhitung sejak Juli hingga awal Oktober 2024,” kata Yeni lagi.

8 Desa Terpapar Kekeringan

ads

Peringatan BMKG rupanya benar-benar nyata terjadi, terbukti sejak awal Juli lalu sudah ada delapan desa di Purworejo mengalami kekeringan. Hingga saat ini terhitung sudah 88 mobil tangki air bersih berkapasitas 5000 liter didistribusikan ke desa-desa tersebut.

“Dari tanggal 1 juli sudah ada desa yang minta droping air. Sudah kami respon per 25 Juli 2024 sudah ada 88 tangki air bersih kami distribusikan,” ujarnya.

Delapan desa yang mengalami krisis air bersih itu masing-masing Somorejo, Telogokotes, Dadirejo dan Bapangsari Kecamatan Bagelen. Lalu Rendeng Kecamatan Gebang, Desa Sidorejo Kecamatan Purworejo, Desa Karangsari Kecamatan Purwodadi dan Desa Rowodadi Kecamatan Grabag.

Yeni mengutarakan, di Purworejo terdapat 84 desa yang masuk dalam daftar rawan kekeringan. Delapan desa itu tersebar di 14 kecamatan. Hanya Kecamatan Ngombol dan Kutoarjo yang dinyatakan aman dari bencana tersebut.

Selanjutnya untuk mengantisipasi krisis air bersih di daerah ini, BPBD telah menyiapkan sebanyak 1.315 tangki air yang akan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan droping.

“Dari anggaran murni sebelumnya kami siapkan 700 tangki. Selanjutnya setelah dilakukan refocusing anggaran ada penambangan 200 menjadi 900. Kemudian dari hasil rapat dengan DPRD di APBD perubahan ada tambahan lagi menjadi 1.315 tangki,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa air bersih yang didistribusikan kepada warga diambil dari penampungan milik Perumda Air Minum Tirta Perwitasari. Dipastikan air yang disalurkan kepada warga benar-benar bersih dan aman.(dnl)