
Metrotimes, (Purworejo)-Pemerintah Kabupaten Purworejo menetapkan status siaga terhadap bencana kekeringan dan kebakaran lahan ditengah musim kemarau tahun 2026. Sejumlah wilayah pegunungan di kabupaten ini masuk pada kategori rawan.
Pada Kamis (16/7/2026) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) setempat menggelar rapat koordinasi siaga bencana dengan melihatkan seluruh intansi di daerah. Pada 23 Juli mendatang apel siaga akan digelar.
Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Wasit Diono pada kegiatan itu mengutarakan, data prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Purworejo akan mengalami musim kemarau yang cukup panjang. Hal ini sebagai dampak dari fenomena El Nino di Samudera Pasific.
“Bencana menjadi tanggungjawab bersama, maka dari itu hari ini kita melaksanakan Rapat Koordinasi lintas sektor dari Polres, Kodim, Pemerintah kecamatan hingga Polosoro. Kami ini semua terlibat dalam pencegahan maupun penanganan bencana,” ucap Wasit
Terkait ancaman kekeringan BPBD telah mengambil langkah antisipasi dengan menyiapkan cadangan hingga 2 juta liter air bersih. Cadangan ini siap didistribusikan bagi wilayah yang membutuhkan.
“Untuk kekeringan wilayah kecamatan Bagelen dan Bruno yang paling rawan dan ada juga wilayah lain. Hingga hari ini sudah ada lima desa yang mengajukan permohonan bantuan,” kata Wasit lagi.
Sedangkan terkait ancaman bencana kebakaran lahan Bagelen dan enam wilayah pegunungan yang lain masuk dalam kategori rawan. Ia berharap seluruh instansi terlibat dalam upaya mitigasi.
“Terutama terkait informasi, kami berharap keterlibatan lintas sektor bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ini butuh peran bersama, termasuk masyarakat agar berhati-hati saat membakar sampah terutama di lahan kering,” ujarnya.
Sebagai upaya mitigasi Wasit pun berharap warga yang berada di wilayah rawan menyiapkan alat pemadam tradisional. Ia meyakini keterlibatan masyarakat begitu penting untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas.
“Menghadapi potensi kebakaran maupun kekeringan insyaAllah Purworejo siap. Kita berharap apa yang kita khawatirkan tidak terjadi,” tutup Wasit.(toyib)




