
MetroTimes (Surabaya) — Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus Pelatihan Imam dan Khatib Muda di Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyinergikan berbagai program DMI dari tingkat pusat hingga daerah serta memperkuat kapasitas para imam dan khatib muda di Jawa Timur.
Ketua PW DMI Jawa Timur, Dr. KH. Sudjak, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama Rakerwil adalah menciptakan keselarasan program antara Pimpinan Pusat (PP), PW, PD, dan PC DMI se-Jawa Timur.
“Rakerwil ini bertujuan untuk mensinkronisasi antara program PP, PW, PD, dan PC DMI Jawa Timur agar seluruh program berjalan selaras dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
KH. Sudjak juga menegaskan bahwa PW DMI Jawa Timur memiliki tiga program unggulan yang saat ini menjadi fokus utama:
1. Masjid Award, yakni ajang tahunan yang menilai administrasi, pengelolaan, dan aktivitas masjid secara faktual di lapangan. Program ini telah memasuki tahun keempat dan dinilai mampu memotivasi para takmir dalam mengelola masjid menuju kategori masjid paripurna.
2. UKIM (Uang Kehormatan Imam Masjid), program yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sejak tahun 2019.
“Program UKIM ini merupakan satu-satunya di Indonesia dan kini telah memasuki tahun ketujuh, dengan penerima manfaat mencapai 78.779 imam masjid di Jawa Timur,” jelasnya.
KH. Sudjak menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah dan jajaran Pemerintah Provinsi Jatim atas perhatian besar terhadap kesejahteraan imam masjid.
3. Halal Center DMI, yang berfokus pada literasi halal, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, dan pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEKHA).
“Kita ingin membentuk masyarakat dengan gaya hidup halal (halal lifestyle) dan memastikan para pelaku usaha serta juru sembelih memiliki kompetensi sesuai syariat,” terangnya.
Selain Rakerwil, kegiatan ini juga dirangkai dengan Pelatihan Imam dan Khatib Muda yang diperuntukkan bagi peserta berusia maksimal 40 tahun. Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembinaan dalam bacaan, tajwid, makhraj, serta teknik khutbah yang menyejukkan dan membangun.
“Kita ingin mencetak khatib yang rahmatan lil ‘alamin, memberikan pencerahan, merangkul bukan memukul, membina bukan membinasakan. Imam dan khatib muda harus mampu menebar kedamaian dan cinta NKRI,” tambah KH. Sudjak.

Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Jatim, Dra. Hj. Siti Munawaroh, M.A., yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PW DMI atas sinergi dan dukungan terhadap program pemerintah daerah.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada DMI sebagai mitra strategis Pemprov Jawa Timur. Tanpa peran DMI, pelaksanaan program seperti UKIM tidak akan berjalan efektif dan akurat,” ujarnya.
Munawaroh menambahkan, Pemprov Jawa Timur melalui Biro Kesejahteraan Rakyat memiliki tiga program unggulan bidang keagamaan, yakni:
1. Tunjangan Kehormatan Imam Masjid melalui kerja sama dengan DMI;
2. Tunjangan Kehormatan bagi Hafidz dan Hafidzah, yang sejak 2019 telah diberikan kepada lebih dari 7.000 penerima; dan
3. Program Beasiswa Keagamaan, mulai dari S1 hingga S3, termasuk beasiswa studi ke Universitas Al-Azhar Kairo.
“Ibu Gubernur berkomitmen menyiapkan SDM keagamaan yang unggul, agar Jawa Timur mampu bersaing di era global,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Munawaroh menegaskan bahwa peran imam masjid tidak hanya sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
“Imam adalah pelindung umat, pembimbing anak-anak bangsa agar berjalan di jalan yang diridai Allah SWT,” tuturnya.
Kegiatan Rakerwil dan Pelatihan Imam-Khatib Muda ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.
“Semoga program-program ini membawa berkah bagi umat, memperkuat ukhuwah insaniyah, basyariyah, islamiyah, dan wathaniyah, serta menumbuhkan semangat cinta NKRI,” pungkas KH. Sudjak.
(nald)





