- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Surabaya sebagai langkah strategis memperkuat kedekatan dengan anggota di Jawa Timur sekaligus mempertegas dukungan terhadap penguatan ekosistem koperasi nasional.

Ketua KSP Nasari Nasional, France Meroga Panggabean, MBA., menyampaikan Jawa Timur menjadi wilayah penting bagi perkembangan Nasari karena memiliki jumlah anggota yang cukup besar.

“Dari total anggota kami sekitar 65 ribu, di Jawa Timur ada kurang lebih 6 ribu anggota atau sekitar 10 persen. Karena itu kami menganggap penting melaksanakan RAT di Kota Surabaya sebagai bentuk aktualisasi dan mendekatkan diri dengan anggota,” ujarnya.

Dalam RAT tersebut, KSP Nasari juga meluncurkan program “Collab Coop” atau kolaborasi antarkoperasi sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Program tersebut diharapkan mampu membantu koperasi desa menjalankan usaha sesuai prinsip-prinsip utama koperasi.

ads

“Kami dari KSP Nasari ingin mendukung teman-teman koperasi Desa Merah Putih agar berhasil menjalankan operasional usahanya. Ada enam solusi yang kami tawarkan dan kami yakin ini bisa menjadi kontribusi nyata bagi keberhasilan program koperasi desa,” katanya.

France menambahkan, RAT kali ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pengembangan KSP Nasari ke depan agar semakin berkembang dan adaptif menghadapi tantangan ekonomi.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat, PRISKYANTO, MBA., menilai keberadaan KSP Nasari dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha berbasis koperasi dan usaha rakyat.

“Koperasi simpan pinjam merupakan lembaga dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Kehadiran KSP Nasari diharapkan mampu mendukung dunia usaha rakyat melalui akses pembiayaan yang lebih mudah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi transformasi digital yang dilakukan KSP Nasari melalui aplikasi layanan digital bernama “Nadi”. Menurutnya, platform tersebut memudahkan anggota dalam mengakses layanan pembayaran, marketplace, hingga layanan simpan pinjam secara praktis.

Meski demikian, Dekopin mengingatkan pentingnya mitigasi risiko dalam pengelolaan layanan keuangan digital agar keamanan dan kepercayaan anggota tetap terjaga.

“Kami berharap Nasari juga dapat mendukung program pemerintah dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dengan memberikan akses pembiayaan dan kolaborasi yang luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Dekopin Wilayah Jawa Timur, Selamat Sutanto, menegaskan dukungannya terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari implementasi ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Namun demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek regulasi yang perlu diperkuat, terutama dalam pembahasan revisi Undang-Undang Perkoperasian.

“Kami mendukung penuh program Koperasi Desa Merah Putih karena tujuannya baik. Tetapi regulasi yang masih bolong-bolong harus diperbaiki. Dekopin hadir untuk mengawal, menjaga jati diri koperasi, sekaligus memperjuangkan kepentingan seluruh gerakan koperasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar kehadiran Koperasi Desa Merah Putih tidak mematikan koperasi-koperasi yang telah lebih dulu berkembang, termasuk koperasi simpan pinjam dan usaha simpan pinjam lainnya.

“Jangan sampai lahirnya Koperasi Desa Merah Putih justru membuat koperasi yang sudah ada menjadi terpinggirkan. Pemerintah harus memastikan semuanya dapat tumbuh bersama,” tegasnya.

Pelaksanaan RAT KSP Nasari di Surabaya turut diapresiasi sebagai bentuk perhatian koperasi nasional terhadap perkembangan gerakan koperasi di Jawa Timur yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Indonesia.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!