
MetroTimes (Surabaya) — Universitas Airlangga (UNAIR) memperkuat komitmennya mencetak lulusan mandiri dan kompetitif melalui kuliah tamu bertajuk Young Entrepreneurs: For a Better Future of Indonesia. Kegiatan yang digelar di Aula Garuda Mukti, Gedung Manajemen UNAIR Kampus MERR-C, Selasa (28/4/2026), menghadirkan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, BA, MSc.
Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., menegaskan pentingnya perubahan paradigma mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia menyoroti fenomena meningkatnya pengangguran intelektual dari lulusan sarjana setiap tahun.
“UNAIR memiliki tanggung jawab moral untuk tidak menciptakan pengangguran baru. Lulusan harus mandiri secara ekonomi dan mampu menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, UNAIR mewajibkan mata kuliah kewirausahaan bagi seluruh mahasiswa. Kebijakan ini bertujuan membangun mentalitas tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap dinamika dunia usaha.
Selain itu, UNAIR juga mendorong penguatan ekosistem inovasi kampus agar mahasiswa mampu mengubah pengetahuan akademik menjadi nilai ekonomi. Kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan RI menjadi bagian penting dalam membuka akses dan wawasan bisnis yang lebih luas.
Dalam kuliah umum tersebut, Wakil Menteri Perdagangan memaparkan peran strategis UMKM yang menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat akses pasar UMKM melalui program business matching dengan ritel modern domestik dan internasional.
“Sebanyak 804 UMKM telah dipertemukan dengan mitra seperti MAP Group, IKEA, dan Metro. Dari jumlah tersebut, 107 UMKM berhasil lolos kurasi,” ungkapnya.
Di dalam negeri, produk UMKM telah masuk ke jaringan ritel seperti Alfamart, Indomaret, dan Paragon. Sementara di pasar global, penetrasi UMKM terus diperluas melalui kerja sama perdagangan dengan 33 negara serta kemitraan strategis dengan organisasi internasional, termasuk WTO.
Pada sesi diskusi, mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait langkah awal membangun bisnis hingga strategi menghadapi ketidakpastian geopolitik global. Dyah Roro menekankan pentingnya kejelasan tujuan dalam berbisnis serta konsistensi dalam mengambil langkah kecil.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan global harus dilihat sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian nasional, terutama di sektor pangan dan energi.
“Jangan takut gagal. Keberhasilan tidak datang instan, tetapi melalui proses panjang yang penuh pembelajaran,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mempertemukan mahasiswa dengan asosiasi kewirausahaan, termasuk Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), dalam sesi interaktif guna memperluas jejaring bisnis.
Menutup acara, Rektor UNAIR berharap lahir generasi young entrepreneurs yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
“Jangan hanya siap bekerja, tapi siapkan diri untuk membuka lapangan pekerjaan. Ambil peluang dan jangan gentar menghadapi risiko,” pungkas Prof. Madyan.
(nald)






