Metro Times (Surabaya) – Rotary Club of Surabaja mengunjungi Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) Surabaya merupakan Proyek Pendidikan Pertanian, yang di resmikan tanggal 9 Maret 1982 oleh Prof. DR. M. Soetopo, untuk menghibur dan memberikan bantuan tandon air untuk kebutuhan anak-anak YPAB di Jalan Gebang Keputih Surabaya, Jum’at (9/8).
M.Syafiudin President RY 2019 – 2020, mengatakan, Rotary Club of Surabaja mengunjungi Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) Surabaya, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan juga Hari Ulang Tahun Rotary Club of Surabaja, untuk berbagi kebahagian kepada anak-anak dengan bernyanyi bersama dan memberi tandon air.
Menurut Didin sapaan M. Syafiudin, Anak-anak dan pengurus YPAB membutuhkan air bersih, karena setiap musim hujan biasanya air mengenang dan mengenai pelataran dan air bisa masuk ke dalam tandon.
Rotary Club of Surabaja memberikan bantuan bak tandon, serta perbaikan bawah dan memberikan tower sekaligus bak tandon atas serta semua fasilitasnya, berupa pipa dan pompa dan lain-lainya.
“Kita mendatangi YPAB karena kita konsen kepada anak-anak disabilitas. Selain di YPAB ini kita juga di Karya Mulya Tuna Rungu. Rotary Club of Surabaja akan selalu konsen untuk berbagi dengan mereka yang tidak seberuntung kita,” tutur Didin.
“Kita berharap dengan bantuan ini adik-adik kita dari YPAB bisa menikmati fasilitas air bersih yang lebih baik, misalnya ketika wudhu airnya bersih tidak tercemar oleh air selokan dan Rotary ingin melihat langsung agar anggota Rotary yang banyak bisa semakin bersemangat untuk membantu untuk hal-hal lain yang mungkin masih diperlukan oleh pihak YPAB atau pihak lain,” ungkapnya.
“Tahun ini agenda Rotary Club of Surabaja setelah Agustus akan ‘Go to Pesantren’. Kita akan membantu pesantren yang di Surabaya dan di Jombang terutama literasi dan beberapa perlengkapannya,” ucapnya
“Anak-anak pondok pesantren kita beri persiapan bahasa inggris, sama persiapan kewirausahaan, sehingga bila sudah keluar dari pesantren bisa usaha sendiri. Kita ada sistem paket, pembelajaran tentang bahasa inggris sehari-hari untuk bisnis, dan juga ada tukar fikiran dengan pengusaha-pengusaha yang akan kita bawa kesana, sehingga anak pesantren bisa lebih siap,” pungkas Didin. (nald)








