
Metro Times Kendal – Setiap bula Suro dalam penanggalan jawa, warga Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal menggelar tradisi sadranan atau sedekah laut.
Tradisi yang rutin dalam setiap tahunnya ini tetap digelar di tengah kondisi pandemi covid-19 dengan menggunakan protokol kesehatan.
Sadranan digelar warga Karangsari yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dimulai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsari dengan pembacaan doa.
Sesaji berupa kepala kambing, ingkung dan beraneka makanan lainnya kemudian dibawa menggunakan perahu untuk dilarung di tengah laut.
Supendi selaku Ketua RW 5 Kelurahan Karangsari mengatakan, sadranan merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun.
“Sadranan ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kami selaku nelayan atas hasil tangkapan ikan yang menjadi mata pencaharian setiap hari,” kata Supendi, sabtu (29/8/2020).
Hal yang sama disampaikan Waluyo (50) warga setempat yang berharap dengan digelarnya sadranan, hasil tangkapan nelayan semakin meningkat.
“Semoga dengan tradisi yang rutin digelar ini, hasil tangkapan nelayan disini semakin meningkat dan berkah serta menjadikan kampung kami menjadi gemah ripah loh jinawi,” ungkapnya.

Sementara itu, Cabup yang diusung DPC PKB Kendal KH Ali Nurudin yang berkesempatan hadir diacara tersebut mengatakan pihaknya mengapresiasi diadakannya Sadranan di Kelurahan Karangsari. Cabub yang biasa disapa Ustad Ali berpesan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan dan persatuan.
“Semoga dengan adanya Sadranan, masyarakat semakin guyub rukun dan tetap menjaga tradisi dan persaudaraan”, ujarnya.
Selain itu, Ustad Ali juga berpesan agar tradisi sadranan yang merupakan tradisi turun temurun tersebut tetap dilestarikan.
Pengasuh Ponpes Jabal Nur Kaliwungu ini juga turut mendoakan, sadranan yang diisi dengan doa bersama dapat menjadikan keberkahan bagi para nelayan dengan hasil tangkapan yang meningkat.(Gus)




