- iklan atas berita -

Metrotimes (Purworejo)-Yayasan SEALIFE Indonesia menggelar pelatihan penanganan Hiu Paus dan Biota Laut terdampar di wilayah pesisir laut Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini melibatkan sejumlah Instansi terkait termasuk nelayan di wilayah tersebut

Direktur Yayasan Sealife Indinesia, Retno Kusuma Ningrum pada kegiatan yang digelar di Balai Desa Keburuhan, Ngombol Purworejo itu menyebut, fenomena hiu paus terdampar sering terjadi di Indonesia. Selain terdampar, ancaman bagi mamalia laut ini adalah aktivitas nelayan serta sampah.

Ia mengemukakan, data populasi hiu paus di dunia terus mengalami penurunan meskipun masih dalam status hijau. Penurunan populasi hiu paus ini bahkan mencapai 50 persen maka hal itu bisa mengarah pada kepunahan dalam beberapa dekade kedepan.

Populasi hiu di dunia tersebar disejumlah negara dan terbanyak berada di wilayah perairan laut Australia. Di wilayah Indonesia hanya ada sekitar 400an.

“Hiu paus terdampar sering terjadi di wilayah di Indonesia. Tahun ini sudah ada 24 kasus, paling banyak terjadi di wilayah Jawa dan Purworejo sejak 2016 sudah ada 7 kasus. Ini terbanyak di wilayah Jawa,” ujarnya.

ads

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Purworejo, Eko Setyo Husodo pada kesempatan itu mengutarakan, peristiwa Hiu Paus dan Biota laut terdampar sering terjadi di pantai selatan Purworejo. Selama ini umumnya hewan laut yang terdampar itu mati tak tertolong.. Sehingga pemerintah daerah, bersama instansi terkait termasuk masyarakat nelayan mengambil langkah penguburan sebagai solusi.

“Untuk penanganan hiu paus kita masih awam. Duku ditahun 90-an bahkan, hiu yang terdampar itu dipotong dan dagingnya dibagi-bagikan kepada mayarakat yang mau,” kata Eko.

Saat ini masyarakat sudah sudah memiliki sedikit pemahaman bahwa ada sejumlah hewan laut yang dilindungi dan tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, diantaranya adalah hiu paus.

Ia mengemukakan pantai selatan Purworejo cukup panjang yang membentang sejauh 21 km dari perbatasan Kebumen hingga Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)- Pantai Selatan Purworejo meliputi tiga wilayah kecamatan yakni Grabag, Ngombol dan Purwodadi.

Eko berharap melalui pelatihan ini akan ada SOP yang tepat dalam penanganan. Selain itu ia menyarankan agar Purworejo memiliki peralatan bersandar untuk mensuport kerja penanganan di lapangan.

Eko menambahkan bahwa masyarakat nelayan di daerah ini belum semua tergabung dalam paguyuban. Selain ini masih banyak desa yang pasif karena tidak ada aktifitas perikanan laut.

“Dengan pelatihan ini mudah-mudahan bisa membuat jejaring yang solid dalam rangka penanganan hiu paus dan biota laut terdampar secara tepat,” demikian katanya.(toyib)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!