
Metro Times (Kebumen)-Kepolisian Resor Kebumen meringkus seorang sales karena diduga menggelapkan uang perusahaan. Terhitung lebih dari Rp 407 juta uang perusahaan raib akibat aksi tersangka.
Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan kasus penggelapan dalam jabatan ini menimpa perusahaan distribusi besar di wilayah ini. Saat ini tersangka yang diketahui berinisial DW (33) telah meringkus di sel tahanan.
Tersangka merupakan warga Desa Tambakagung, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Ia bekerja sebagai Sales Distributor (SLD) di bawah PT Ping Loka Distrikniaga dan CV Dian Prima, perusahaan yang bernaung di bawah MASIAN Grup.
Menurut Wakapolres Faris Budiman, tindak pidana ini berlangsung selama dua tahun lebih sejak Februari 2023 hingga April 2025. Dalam periode tersebut, tersangka diduga membuat faktur penjualan fiktif yang seolah-olah berasal dari pesanan toko pelanggan.
“Barang yang seharusnya dikirim ke pelanggan justru dijual sendiri oleh tersangka di luar prosedur perusahaan,” ujar Kompol Faris didampingi Kasatreskrim AKP Dwi AtmaYofi Wirabrata.
Kasat Reskrim mengemukakan, untuk menutupi perbuatannya, tersangka melakukan manipulasi pencatatan transaksi. Seolah-olah transaksi gelap yang dilakukan merupakan penjualan sistem tempo, sehingga toko-toko terlihat masih memiliki tanggungan pembayaran. Padahal, toko-toko yang tercatat dalam faktur tidak pernah memesan ataupun menerima barang itu.
Perbuatan tersangka terbongkar setelah Sales dan Operational Manager perusahaan melakukan pemeriksaan internal terhadap piutang usaha yang tak kunjung tertagih. Dari hasil audit internal yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Nomor 005/LHP-BCAM.IA/V/2025, ditemukan penyalahgunaan keuangan dengan total kerugian mencapai Rp407.857.691.
Dalam kasus ini polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen faktur pesanan, laporan audit internal, surat kuasa pelaporan, dan kartu identitas karyawan tersangka.
Berdasarkan hasil penyidikan, DW dijerat Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
“Penyidik sudah menetapkan tersangka, menahan yang bersangkutan serta menyita seluruh barang bukti terkait,”imbuh Wakapolres.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang hasil kejahatan oleh tersangka digunakan untuk kepentingan pribadi. Tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.(tyb)




