
Metro Times (Magelang) Sirine EWS (Early Warning Sistem) yang terpasang di Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, sore ini telah berbunyi, Minggu (24/2) sekitar pukul 14.00 wib.
Early Warning Sistem (EWS) itu sendiri adalah alat pemantau pergerakan tamah, yang mana akan berbunyi apabila ada tanah bergerak atau alat tersebut di pasang di tanah yang berpotensi longsor. Dan bisa dikatakan bahwa EWS itu sendiri adalah alarm bagi warga yang berpotensi berdampak kelongsoran tanah.
Untuk Sirine EWS yang terpasang di Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, telah berbunyi sehubungan dengan instensitas curah hujan yang cukup deras dan lama.
Akibat bunyinya sirine EWS tersebut, sementara tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pemerintah Desa langsung bekerja cepat, yaitu langsung bekerja sama dengan Instansi terkait mengungsikan beberapa keluarga di tempat yang aman, yaitu di Masjid Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang dan selanjutnya menginap di rumah saudaranya masing-masing.
Kapolsek Grabag, Polres Magelang, Polda Jateng, AKP Joko Hero A, S.Pd, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, sementara ini kondisi dalam keadaan aman, pergerakan tanah ada dan dalam pantauan.
“Polsek Grabag melaksanakan patroli dan menghimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan antisipasi tanah longsor” jelas Kapolsek Grabag dalam keterangannya.
Tidak hanya anggota Kepolisian saja yang terlibat dalam pemantauan dan monitoring situasi ini, namun Kepolisian juga dibantu oleh Tim SAR gabungan, seperti OPRB Tirto, SAR Grabag, Polsek Grabag, Koramil 06/Grabag, Grascom, CCM, dan Perangkat Desa Tirto itu sendiri. (Arif)




