
MetroTimes (Surabaya) – SMP Islam Al Azhar Kelapa Gading Surabaya menggelar Bibliotek Festival sebagai ajang pameran karya dan hasil riset siswa kelas 9. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis, kepedulian sosial, hingga inovasi di kalangan pelajar.

Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhar Kelapa Gading Surabaya, Zahrotul Mufidah, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan Bibliotek Festival karya siswa sebagai bagian dari pembelajaran siswa kelas 9. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir kritis anak-anak dalam menghadapi berbagai persoalan yang mereka kaji,” ujarnya.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para siswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan menyampaikan hasil penelitian kepada masyarakat luas secara sederhana dan komunikatif.
Ia menjelaskan, tema penelitian yang diangkat siswa sangat beragam dan dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Mulai dari isu teknologi, lingkungan, kesehatan, hingga sosial masyarakat.
“Ada anak yang mengangkat tema teknologi, lingkungan, sosial, dan berbagai persoalan lain yang ada di sekitar mereka. Anak-anak kami belajar mengkaji permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mencoba menghadirkan solusi,” katanya.
Berbagai karya inovatif dipamerkan dalam festival tersebut. Beberapa di antaranya penelitian tentang pengaruh sarapan terhadap konsentrasi siswa SMP, dampak paparan sinar matahari dan polusi terhadap lingkungan, hingga pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi produk sabun ramah lingkungan.
Selain itu, siswa juga menampilkan inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Zahrotul Mufidah menilai proses penelitian menjadi pengalaman berharga bagi siswa, meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi karena usia mereka masih berada di tingkat SMP.
“Tantangan yang mereka hadapi tentu sangat banyak karena mereka masih dalam tahap belajar. Namun pengalaman inilah yang menjadi proses penting untuk membentuk kemampuan mereka,” jelasnya.
Melalui Bibliotek Festival tersebut, pihak sekolah berharap para siswa mampu tumbuh menjadi generasi Indonesia yang cerdas, kreatif, peduli terhadap lingkungan sosial, serta mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
(nald)




