- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) — Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Timur hingga April 2026 tetap berada dalam kondisi terjaga dan resilien di tengah meningkatnya tekanan inflasi serta dinamika ekonomi global.

Dalam siaran persnya, OJK Jatim menjelaskan bahwa inflasi di Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,88 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 yang berada di angka 2,93 persen.

Kenaikan inflasi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya naiknya harga bahan pangan strategis seperti cabai dan daging, peningkatan tarif energi, kenaikan harga emas perhiasan, hingga meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan menjelang hari besar keagamaan. Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat turut mendorong kenaikan biaya transportasi.

Meski demikian, kondisi inflasi mulai menunjukkan perbaikan pada Maret 2026. OJK mencatat inflasi Jawa Timur melandai menjadi 3,79 persen (yoy), walaupun masih berada di atas target inflasi nasional.

ads

OJK Jatim menilai sektor jasa keuangan di daerah tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal. Kinerja perbankan dan industri jasa keuangan lainnya juga dinilai masih kuat serta adaptif dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat maupun dunia usaha.

Stabilitas sektor jasa keuangan tersebut diharapkan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi domestik maupun global yang masih dinamis.

OJK Jatim juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan di Jawa Timur.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!