- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Pemerintah Kota Surabaya resmi membuka Surabaya Great Expo 2026 yang berlangsung pada 5–9 Agustus 2026. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menargetkan nilai transaksi pameran tahun ini mampu melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp7 miliar hingga Rp9 miliar.

Eri mengatakan, Surabaya Great Expo telah menjadi agenda rutin sejak kembali digelar pascapandemi Covid-19 pada 2022. Setiap penyelenggaraan, pameran ini selalu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Surabaya.

“Alhamdulillah Surabaya Great Expo dimulai tanggal 5 sampai dengan 9 Agustus. Setelah Covid, kegiatan ini kembali dimulai sejak tahun 2022. Setiap penyelenggaraan, perputaran transaksi selalu berada di kisaran Rp7 miliar hingga Rp9 miliar. Tahun 2026 ini kami berharap omzetnya bisa melebihi Rp9 miliar,” ujar Eri.

ads

Menurutnya, kualitas produk yang ditampilkan tahun ini semakin beragam dan menarik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah koleksi batik hasil kolaborasi para desainer dengan Rumah Anak Prestasi Surabaya yang menampilkan kreativitas generasi muda dalam industri fesyen.

Selain itu, berbagai produk unggulan UMKM, mulai dari kuliner hingga fesyen, turut dipamerkan. Eri mencontohkan produk gelato buatan pelaku UMKM asal Kecamatan Sawahan yang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.

Ia mengajak masyarakat Surabaya maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Pahlawan untuk memanfaatkan momentum Surabaya Great Expo sebagai tempat berbelanja produk lokal berkualitas.

“Silakan datang ke Surabaya Great Expo. Di sini ada berbagai produk UMKM Kota Surabaya yang kualitasnya sangat baik, mulai dari makanan, fesyen hingga berbagai produk kreatif lainnya,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UMKM, Eri mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya akan lebih sering memfasilitasi pameran serupa. Ke depan, kegiatan promosi UMKM ditargetkan dapat diselenggarakan setiap tiga bulan sekali agar pelaku usaha memiliki ruang pemasaran yang lebih luas.

Ia juga berharap hasil karya Rumah Anak Prestasi dapat digunakan oleh aparatur Pemerintah Kota Surabaya, khususnya petugas pelayanan publik. Menurutnya, penggunaan produk lokal oleh aparatur pemerintah merupakan bentuk promosi langsung terhadap hasil karya UMKM Surabaya.

“Kita tidak hanya melihat produknya, tetapi juga menggunakannya. Pemerintah Kota Surabaya harus ikut menjadi marketing bagi produk UMKM sehingga masyarakat semakin percaya menggunakan produk lokal,” tegasnya.

 

Tidak hanya menghadirkan pameran UMKM, Surabaya Great Expo 2026 juga menyediakan berbagai layanan publik dalam satu lokasi. Pengunjung dapat mengakses layanan perizinan usaha, pendampingan sertifikasi halal, pendaftaran merek dagang, hingga berbagai konsultasi usaha secara gratis. Sejumlah layanan pemerintah lainnya, termasuk pelayanan administrasi tertentu, juga tersedia selama pameran berlangsung.

Eri menjelaskan konsep tersebut merupakan upaya menghadirkan pelayanan publik terpadu atau one stop service, sehingga masyarakat dapat berbelanja sekaligus mengurus berbagai kebutuhan administrasi dalam satu tempat.

“Orang datang ke sini tidak hanya berbelanja, tetapi juga bisa mendapatkan pelayanan publik. Jadi menikmati pameran sekaligus mengurus berbagai keperluan administrasi dalam satu lokasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Eri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya tengah menyiapkan pengembangan Surabaya Expo sebagai pusat ekonomi kreatif dan industri digital. Kawasan tersebut akan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif, digital kreatif, hingga produk-produk lokal unggulan Kota Surabaya.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat mulai diperkenalkan pada Agustus 2026 sebagai ruang kolaborasi bagi anak-anak muda Surabaya untuk menampilkan inovasi dan karya kreatif mereka.

Di akhir keterangannya, Eri turut menanggapi usulan pengadaan alat berat di setiap kecamatan untuk normalisasi saluran. Menurutnya, langkah tersebut belum tentu menjadi solusi utama. Yang lebih penting adalah membangun sistem drainase yang terintegrasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kuncinya bukan hanya pemerintah, tetapi juga keterlibatan masyarakat. Budaya kerja bakti harus tetap dijaga. Masyarakat perlu membiasakan memilah sampah dan tidak membuang sampah ke saluran air. Jangan sampai budaya gotong royong Arek Surabaya hilang karena semuanya bergantung kepada pemerintah. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong itulah yang harus terus kita pelihara,” pungkasnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!