- iklan atas berita -
  1. Metro Times (Kebumen)–Sebuah lokasi penambangan emas di kawasan perbukitan Dukuh Lodeng, Desa Jladri Kecamatan Buayan Kebupaten Kebumen, Selasa (28/10) longsor. Seorang penambang asal Grobokan tewas dalam peristiwa tersebut.

“Korban diketahui atas nama Edi Sutamaji usia 47 tahun. Warga asal Grobogan, Jawa Tengah,” sebut Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman, Rabu (29/10).

Kompol Faris menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di area tanah milik Perhutani Petak 70. Saat kejadian, korban tengah melakukan aktivitas penggalian tanah yang diduga mengandung kadar emas. Sore itu, tanah di lokasi tambang mendadak longsor setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir.

Dari hasil pemeriksaan lokasi, hujan membuat struktur tanah menjadi labil. Selain faktor alam, minimnya pengamanan di lokasi galian ditengarai menjadi penyebab utama korban tertimbun.

Sesuai keterangan sejumlah saksi di lokasi disebutkan, warga menemukan korban tertimbun batu dan tanah di bawah tebing setinggi sekitar 50 meter. Saat itu juga warga berupaya melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya.

“Saat dibawa ke RS Purwogondo sekitar pukul 18.00 WIB, korban dinyatakan meninggal,” imbuh Wakapolres.

ads

Hasil pemeriksaan tim Inafis yang saat itu datang ke lokasi bersama Pamapta Polres Kebumen dan Polsek Buayan menunjukkan, korban mengalami luka lecet di kepala bagian kanan dan memar di dada. Tim juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan benda tumpul maupun benda tajam.

Pasca peristiwa itu Tltim gabungan dari Polres Kebumen, Polsek Buayan, Basarnas, Perhutani, dan perangkat Desa Jladri mendatangi lokasi kejadian pada malam hari pukul 22.30 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah alat kerja sederhana seperti ember, serok, cangkul, linggis, dan beberapa karung plastik yang digunakan korban untuk menambang secara manual.

“Dari hasil olah TKP, area tersebut bukan lokasi tambang resmi. Aktivitas dilakukan secara tradisional tanpa izin dan tanpa standar keselamatan,” beber Kompol Faris.

Terkait kejadian ini Polisi telah menghubungi keluarga korban. Korban pun diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai. Pada penyerahan itu keluarga yang diwakili Agus Nuryanto menyatakan menerima bahwa peristiwa tersebut sebagai musibah.

Wakapolres mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal di kawasan perhutani maupun wilayah rawan longsor. Selain berisiko hukum, aksi itu mengancam keselamatan jiwa.(tyb)