
Metro Times (Magelang) Akademi Militer (Akmil) menggelar acara tradisi korps Taruna berupa pesta air bagi Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI AD tahun 2019, di Kolam Renang Pisangan Magelang, pukul 14.00 sampai dengan 17.00 WIB, Selasa (2/7).
Acara yang dipimpin Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman ini dihadiri para pejabat Distribusi Akmil, Pengurus Persit KCK Cabang BS Akmil, seluruh Taruna/Taruni Akmil, maupun undangan lainnya. Pesta air kali ini dapat disaksikan oleh masyarakat umum di sekitar Kolam Renang Pisangan.
Pada acara tradisi ‘Pesta Air’ tersebut diberikan kesempatan kepada para Taruna/Taruni “Yunior” untuk berbasah ria dengan para Taruna/Taruni seniornya. Dengan penuh keakraban para Taruna/Taruni senior dan yunior berbaur dalam pesta air sebagai simbol melebur segala salah dan khilaf di antara mereka. Tradisi pesta air seperti ini, secara rutin diadakan setiap tahun untuk menghantarkan para Taruna Tingkat IV yang sebentar lagi akan memasuki masa pengabdian yang sebenarnya sebagai para Calon Perwira Remaja TNI AD.
Pada saat upacara dimulainya pesta air, Gubernur Akmil mengatakan, air mempunyai fungsi dan manfaat serta karakteristik yang baik untuk digunakan dan di contoh bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. Air di samping merupakan sumber kehidupan, juga merupakan sarana untuk membersihkan diri dari berbagai kotoran dan noda yang ada.
“Selain itu, di dunia militer para ahli strategi mengungkapkan, bahwa strategi yang paling efektif dalam setiap pertempuran adalah strategi yang mencontoh sifat air, yakni cepat beradaptasi menyesuaikan diri dengan bentuk-bentuk medan yang dihadapi,” terang Mayjen TNI Dudung Abdurachman.
Pada kesempatan yang sama Mayjen TNI Dudung menyampaikan, bahwa saat ini NKRI membutuhkan Perwira-perwira TNI yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki jiwa kejuangan, berkarakter dan mempunyai moral yang baik, serta bersih dan jernih bagaikan air.
Gubernur Akmil juga berharap agar para Capaja bisa menjadi seorang Perwira yang dapat melaksanakan tugas dengan baik, tidak menyimpang dari aturan hukum yang berlaku, serta senantiasa mengutamakan moral dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat dijadikan barometer dan tolok ukur serta dapat menjadi contoh dan panutan bagi anak buahnya di satuan serta masyarakat di lingkungan tempat bertugas. (Arif)




