- iklan atas berita -

Metro Times (Kendal) Teror pembakaran mobil di Kabupaten Kendal sejak pertengahan Desember 2018 sudah terjadi 9 kali. Kejadian tersebut berdasarkan laporan di kepolisian terjadi mulai pukul 03.00 wib hingga pukul 05.00 wib.

Teror tersebut terjadi di Kecamatan Kaliwungu 3 kali, Kecamatan Brangsong 2 kali, Kota Kendal 1 kali, Kecamatan Rowosari 1 Kali dan Kecamatan Cepiring 2 kali.

Dengan terjadinya teror pembakaran mobil, Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kendal untuk berperan aktif dalam memerangi teror pembakaran mobil yang akhir-akhir ini marak.

Dalam memerangi teror pembakaran mobil tersebut tidak hanya menjadi tugas TNI dan Polri namun juga tugas seluruh masyarakat.

ads

“Berapapun anggota yang kami turunkan tidak akan pernah cukup, karena luasnya suatu wilayah, untuk itu peran serta masyaraat sangat besar artinya,” ujar Kapolda dalam acara Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Pendapa Kabupaten Kendal, rabu (6/2).

Kapolda juga berpesan kepada masyarakat kendal untuk meningkatkan siskamling, membuat portal di lingkungan perumahan agar pintu masuknya bisa satu pintu. Selain itu perlunya pemasangan CCTV, karena menurut orang nomor satu di Kepolisian Daerah Jawa tengah tersebut harga kamera pengawas tersebut bukan barang yang mahal.

Diakuinya saat ini tugas TNI Polri sudah bergeser jam kerjanya, kekuatan tiga per empet kekuatan bertugas di malam hingga pagi hari, sisanya bertugas di pagi hingga siang hari. Setiap hari petugas gabungan sudah melakukan kegiatan operasi untuk mengahalau pelaku teror.

Sementara itu, Pangdam IV Diponegoro Jateng Mayor Jenderal Mochamad Efendi yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan kesiapannya untuk membantu mengamankan Jawa Tengah.

“Anggota kami yang bertugas di desa supaya melakukan koordinasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Efendi berharap pada masyarakat agar siskamling juga lebih digiatkan, situasi terkini dilingkungan RT juga selalu dilaporkan kepada Kepala Desa dan diteruskan kepada Camat hingga kepada dirinya.

Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita mengatakan, dari 9 kejadian pembakaran mobil terjadi di atas jam 12 malam.

“Kita tidak boleh takut, dan harus melawan teror ini dengan meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan,” ucapnya.

Dikatakan, dari semua kejadian di Kendal, tidak ada mobil mewah, kendaraan yang dibakar semua harganya dibawah 150 juta.

Dijelaskan, pelaku dalam melaksanakan aksinya rata-rata 2 orang.

“Mereka membakar menggunakan bahan bakar, untuk itu harus ada perhatian khusus dari para Kades jika melihat yang mencurigakan segera kordinasi,” ucapnya.

Menurut Kapolres, TNI – Polri sudah bergerak untuk mengantisipasi ini. Pihaknya menghimbau masyarakat agar siskamling dihidupkan lagi dan mendata orang baru dilingkungan masing-masing.(Ghoost)