Juara 3 Lomba Business Model Canvas (BMC) dalam Phrenship Entrepreneur Competition (PEC) 2026. Tim yang terdiri atas Abdillah Dzaky, Ririn Rismayanti, dan Hafshah Nur Halimatus Sadiyah, seluruhnya mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2024
- iklan atas berita -

MetroTimes (Surabaya) — Tim Abc yang beranggotakan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), berhasil meraih Juara 3 Lomba Business Model Canvas (BMC) dalam Phrenship Entrepreneur Competition (PEC) 2026. Tim yang terdiri atas Abdillah Dzaky, Ririn Rismayanti, dan Hafshah Nur Halimatus Sadiyah, seluruhnya mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2024, membawa gagasan inovasi minuman fungsional HuskLife dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh UKM Kewirausahaan Phrenship Centre, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember.

Penghargaan tersebut diterima pada Minggu, 6 September 2026, dalam kompetisi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

HuskLife menjadi gagasan utama yang mengantarkan Tim Abc meraih posisi tiga besar. Inovasi tersebut merupakan minuman fungsional yang mengusung pemanfaatan sekam padi dan jagung manis dengan konsep “From Waste to Wellness”. Melalui konsep tersebut, Tim Abc berupaya mengubah potensi limbah atau hasil samping pertanian menjadi produk minuman yang memiliki nilai tambah.

ads

HuskLife dirancang sebagai minuman berbasis serat dengan bahan alami yang ditujukan untuk mendukung gaya hidup sehat. Selain menghadirkan nilai fungsional, inovasi tersebut juga membawa aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya pertanian yang belum optimal serta edukasi kepada konsumen mengenai proses dan dampak produk.

Dalam kompetisi PEC 2026, gagasan HuskLife dikembangkan melalui Business Model Canvas dan melewati sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan dan pengumpulan BMC, proses seleksi, hingga babak final presentasi. Setelah dinyatakan lolos sebagai finalis, Tim Abc menyusun pitch deck dan mempresentasikan ide bisnis tersebut secara daring di hadapan dewan juri.

Persiapan menuju babak final dilakukan melalui pembagian tugas dalam tim, riset terhadap ide bisnis, penyusunan model bisnis, penguatan value proposition, serta persiapan materi presentasi dan kemungkinan pertanyaan dari dewan juri. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan HuskLife tidak hanya sebagai gagasan kreatif, tetapi juga sebagai model bisnis yang terstruktur dan memiliki nilai ekonomi serta dampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Bagi Tim Abc, pencapaian Juara 3 menjadi pengalaman berharga sekaligus apresiasi terhadap proses yang telah mereka lalui bersama. Diskusi, riset, pembagian tugas, revisi, hingga persiapan presentasi menjadi rangkaian proses yang memberikan pembelajaran dalam mengembangkan sebuah ide bisnis.

“Kompetisi ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menguji ide bisnis secara lebih terstruktur melalui Business Model Canvas, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, dan mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri,” demikian refleksi Tim Abc atas pengalaman mengikuti PEC 2026.

Pengalaman tersebut juga memperkuat pemahaman Tim Abc bahwa sebuah ide bisnis tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas. Sebuah gagasan perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek kelayakan, model bisnis, dampak, serta kemampuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan Tim Abc menjadi salah satu capaian mahasiswa FEB UNAIR dalam mengembangkan inovasi kewirausahaan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan keberlanjutan. Melalui HuskLife, mahasiswa FEB UNAIR menunjukkan bahwa potensi sumber daya yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi gagasan bisnis yang memiliki nilai tambah.

Inovasi HuskLife juga sejalan dengan semangat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui pengembangan minuman fungsional yang mendukung gaya hidup sehat, SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13: Climate Action melalui gagasan pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.

Melalui konsep “From Waste to Wellness”, Tim Abc FEB UNAIR menghadirkan gagasan bahwa kewirausahaan mahasiswa dapat menjadi ruang untuk menciptakan peluang ekonomi sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi kesehatan serta lingkungan.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!