- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial melalui program tahunan pembagian paket sembako Ramadan Berkah. Pada tahun ini, UNAIR menyalurkan sebanyak 10.000 paket sembako kepada berbagai lembaga sosial, mahasiswa, serta masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Madyan

Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Madyan, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan agenda rutin kampus yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sivitas akademika dalam memaknai bulan suci Ramadan dengan berbagi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pada hari ini Universitas Airlangga kembali melaksanakan kegiatan tahunan pembagian paket sembako Ramadan Berkah. Tahun ini kami mendistribusikan sebanyak 10.000 paket bantuan,” ujar Prof. Madyan usai melepas bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut telah berlangsung selama 11 tahun. Pada awal pelaksanaannya, jumlah bantuan yang dibagikan hanya sekitar 1.000 paket, namun setiap tahun terus mengalami peningkatan hingga mencapai 10.000 paket pada tahun ini.

ads

Menurutnya, keberlanjutan program tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak di lingkungan kampus, termasuk panitia yang sejak awal konsisten mengelola kegiatan sosial tersebut.

“Insya Allah pada tahun-tahun mendatang jumlah paket Ramadan Berkah ini akan terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, paket sembako tersebut disalurkan kepada berbagai lembaga sosial dan komunitas, di antaranya panti asuhan di Surabaya dan sejumlah wilayah di Jawa Timur, Yayasan Al-Qur’an Baitul Mal, Yayasan Permata Insani, serta mahasiswa yang membutuhkan seperti penerima program KIP Kuliah.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada masyarakat di berbagai daerah. Jika pada tahun sebelumnya bantuan disalurkan ke 14 kabupaten, maka pada tahun ini jumlah wilayah penerima meningkat menjadi 18 kabupaten di Jawa Timur.

Beberapa daerah penerima bantuan antara lain Banyuwangi, Bangkalan, Sumenep, Mojokerto, Gresik, Jember, Sidoarjo, Bondowoso, Surabaya, Madiun, Magetan, Pasuruan, dan Jombang, serta sejumlah wilayah lainnya.

Distribusi bantuan juga menjangkau berbagai komunitas masyarakat, termasuk komunitas suporter sepak bola Persebaya Surabaya yang dikenal sebagai Bonek.

Prof. Madyan menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran sosial kampus kepada masyarakat. Proses pengemasan hingga distribusi paket sembako melibatkan banyak pihak di lingkungan kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang turut berpartisipasi secara langsung.

Melalui kegiatan ini, UNAIR ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan, sekaligus membantu mereka mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk para relawan, mitra lembaga sosial, serta rekan-rekan media yang turut membantu menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan sosial yang dilakukan oleh Universitas Airlangga.

(nald)