- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menyampaikan sikap resmi civitas akademika UNAIR terkait gejolak sosial politik yang belakangan terjadi di berbagai daerah Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka akibat peristiwa tersebut.

Acara penyampaian sikap tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, Dekan Fakultas, Direktur Sekolah Pascasarjana, pimpinan lembaga dan pusat, Kepala Perpustakaan, organisasi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni.

Prof. Madyan menekankan bahwa peristiwa tersebut merupakan manifestasi dari gejolak sosial politik yang memerlukan perhatian serius semua pihak. “Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan rasa duka yang mendalam dari segenap keluarga besar Universitas Airlangga atas jatuhnya korban jiwa maupun korban luka,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, UNAIR menegaskan beberapa poin penting:

ads

1. Menjamin Ketenteraman dan Demokrasi
UNAIR mendorong negara untuk senantiasa menjamin ketenteraman, keamanan, dan keselamatan masyarakat, sekaligus menekankan pentingnya demokrasi.

2. Evaluasi Penegakan Hukum
UNAIR meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam penegakan hukum yang transparan dan adil, terutama terhadap pelaku kekerasan yang telah menimbulkan korban jiwa. Pemerintah juga didorong untuk segera memulihkan kondisi sosial, politik, dan ekonomi bangsa.

3. Mendengar Aspirasi Masyarakat
UNAIR mengimbau pihak berwenang agar mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengambil langkah strategis demi terciptanya situasi yang kondusif.

4. Menjaga Ruang Demokrasi
UNAIR mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga ruang demokrasi dengan menyuarakan kebenaran dan kebebasan berpendapat, serta menghentikan segala bentuk kekerasan termasuk perusakan fasilitas umum.

5. Waspada Provokasi
UNAIR menyerukan kepada publik agar senantiasa waspada terhadap potensi provokasi yang tidak bertanggung jawab dan merugikan masyarakat luas.

6. Mengutamakan Aksi Damai
UNAIR mengajak semua elemen masyarakat untuk mengedepankan aksi damai yang terorganisir dan bermartabat dalam memperjuangkan keadilan.

7. Peran Sivitas Akademika
UNAIR mengajak sivitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni, untuk terus menunjukkan kepedulian terhadap kondisi bangsa melalui cara-cara yang konstruktif.

“Marilah kita bersama-sama menjaga diri, menjaga sesama, dan menjaga Indonesia. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua,” tutup Prof. Madyan.

(nald)