Cindy Hartanto, mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UWIKA, yang berhasil meraih Juara 3 Pemandu Budaya Tionghoa Lokal Berbahasa Mandarin.
- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, dan meraih prestasi melalui berbagai kesempatan belajar dan berkompetisi. Semangat tersebut tercermin dari pencapaian Cindy Hartanto, mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UWIKA, yang berhasil meraih Juara 3 Pemandu Budaya Tionghoa Lokal Berbahasa Mandarin.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa proses belajar di perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Bagi Cindy, pencapaian tersebut berawal dari ketertarikannya terhadap bahasa Mandarin. Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi kesempatan untuk mengikuti kompetisi yang menantang dirinya agar tidak hanya mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin, tetapi juga memahami dan memperkenalkan budaya Tionghoa dengan baik.

ads

Menurut Cindy, menjadi pemandu budaya berbahasa Mandarin membutuhkan kemampuan yang lebih luas daripada sekadar berbicara. Peserta harus memahami lagu-lagu Tionghoa, mengenali unsur budaya yang terkandung di dalamnya, serta mampu menyampaikan informasi secara tepat dan menarik kepada audiens.

Untuk mencapai hasil terbaik, diperlukan proses belajar, latihan, kerja keras, dan ketekunan. Seluruh tahapan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Cindy dalam meningkatkan kemampuan sekaligus menguji keberanian dirinya menghadapi tantangan baru.

“Dari semua proses itu, aku belajar satu hal yang paling penting: jangan takut mencoba hal yang baru,” ungkap Cindy dalam refleksinya mengenai perjalanan meraih prestasi.

Baginya, keberhasilan meraih juara bukanlah hasil yang datang secara instan. Pencapaian tersebut merupakan buah dari kemauan untuk terus belajar, kesungguhan mempersiapkan diri, serta keberanian mengambil kesempatan yang tersedia.

Bahasa Mandarin sebagai Jembatan Memahami Budaya

Sebagai mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, Cindy memandang pembelajaran bahasa tidak hanya sebatas penguasaan kosakata, tata bahasa, dan kemampuan percakapan. Bahasa juga menjadi sarana untuk mengenal budaya, memahami keberagaman, serta memperluas wawasan mengenai dunia.

Cindy mengungkapkan pandangannya melalui ungkapan Mandarin:

“学习中文,不仅是学习一门语言,也是了解文化,认识世界的一个机会。”

Ungkapan tersebut berarti bahwa belajar bahasa Mandarin bukan hanya mempelajari sebuah bahasa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami budaya dan mengenal dunia.

Pandangan ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan kemampuan berbahasa dengan pemahaman budaya. Terlebih, kompetensi bahasa Mandarin dapat membuka peluang lebih luas dalam bidang pendidikan, komunikasi lintas budaya, penerjemahan, hingga dunia kerja yang membutuhkan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat internasional.

Melalui kompetisi pemandu budaya, Cindy memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang dipelajarinya sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi di luar ruang kelas.

UWIKA, Ruang Mahasiswa Mengembangkan Potensi dan Prestasi

Universitas Widya Kartika terus mengembangkan lingkungan pendidikan yang mendorong mahasiswa untuk aktif belajar, berani mencoba hal baru, dan memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan kompetensi diri.

Kampus bukan sekadar tempat menempuh pendidikan formal, melainkan juga ruang untuk membangun pengalaman, mengasah keterampilan, memperluas jaringan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Prestasi Cindy Hartanto menjadi salah satu gambaran bagaimana ketertarikan terhadap bidang studi dapat dikembangkan menjadi pencapaian melalui proses pembelajaran dan pengalaman berkompetisi.

Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin, pengalaman seperti ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan penerapan nyata, khususnya dalam memperkenalkan budaya dan membangun komunikasi lintas budaya.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi kemampuan di luar rutinitas perkuliahan. Setiap kompetisi dan pengalaman baru dapat menjadi kesempatan untuk belajar, mengevaluasi diri, serta meningkatkan kualitas kemampuan secara berkelanjutan.

Cindy memaknai prestasi bukan semata-mata tentang meraih penghargaan atau menjadi juara. Lebih dari itu, prestasi berarti berani mencoba, terus berkembang, dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya UWIKA dalam mendorong mahasiswa menjadi generasi muda yang tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga keterampilan, kepercayaan diri, dan keberanian untuk bersaing.

Melalui pencapaian Cindy Hartanto, UWIKA menegaskan bahwa kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi dapat dimulai dari minat yang ditekuni dengan sungguh-sungguh. Dengan kemauan belajar dan ketekunan, mahasiswa dapat mengubah kesempatan menjadi kemampuan, serta kemampuan menjadi prestasi yang membanggakan.

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UWIKA :

Website: https://pmb.widyakartika.ac.id

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!