- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Dalam mendukung swasembada pangan, anggota Koramil 10/Candimulyo tak segan turun langsung ke sawah bersama para petani. Kegiatan pendampingan bersama petugas PPL (Petugas Pertanian Lapangan) secara langsung di sawah, diharapkan mampu mendongkrak hasil panen petani saat musim tanam kali ini, seperti yang dilakukan oleh Babinsa Desa Tampir Wetan Pelda Haryono, Rabu (02/01).

Duet antara Babinsa dan petugas PPL untuk memberikan pendampingan kepada para petani yang tergabung dalam Poktan (Kelompok Tani) “Sumber Rezeki” tersebut merupakan upaya dan sekaligus program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, salah satunya dengan menanam padi jenis varietas “Inpari”

Kepala BPP (Balai Penyuluhan Lapangan) Candimulyo, Suradjiman SP, mengatakan, bahwa Varietas jenis Inpari merupakan jenis baru yang di klaim mampu menjadi salah satu varietas dengan hasil yang sangat membanggakan, ketimbang jenis terdahulu seperti IR-64, mikongga, Cihera, dan lain-lain. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian oleh Litbang.

“Jenis varietas tersebut juga sudah dibuktikan oleh Gapoktan “Setia Tani” di Desa Tampir Wetan pada musim tanam sebelumnya. Terbukti bahwa jenis varietas Inpari mampu menghasilkan 225-230 butir padi/batang. Sedangkan jenis lainya hanya mampu menghasilkan sekitar 150-200 butir padi/batang. Dengan melihat hasil panen dari varietas jenis Inpari tersebut, tentu akan meningkatkan penghasilan para petani, dan secara tidak langsung, upaya Poktan “Sumber Rezeki” untuk mengembang biakkan jenis tersebut akan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional” terang Radjiman.

Namun varietas baru Inpari yang berasal dari Subang yang untuk sementara di kembangkan di wilayah Candimulyo kali ini, tentu mempunyai kelemahan bila dibanding dengan jenis lainnya, yaitu apabila usianya sudah lebih dari tiga bulan sepuluh hari, maka jenis Inpari tersebut agak susah untuk dirontokan, berbeda dengan jenis padi lainnya. Namun, kendala semacam ini tentu bagi petani setempat bukan merupakan kendala yang serius, yang terpenting bagi mereka adalah hasil panenya bisa meningkat.

ads

Kepala Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) “Setia Tani” Suliyah, mengapresiasi upaya Babinsa maupun PPL yang selalu setia setiap saat dalam memberikan pendampingan kepada anggota Poktan yang berada di desanya, mulai dari penyiapan lahan, pemilihan bibit, penanaman, maupun perawatan selama tanam, serta cara mengatasi gangguan tanam dari serangan hama. Banyak hal yang dilakukan oleh Babinsa maupun PPL kepada anggota Poktan dilapangan, namun usaha dan kegiatan yang dilakukanya tidak sia-sia, terbukti pada musim tanam sebelumnya dengan menanam jenis yang sama, anggota Poktan kami memetik hasil panen yang menggembirakan, di banding varietas selain Inpari.

Sementara Sukadi (53), anggota Poktan “Tani Makmur” merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Babinsa Pelda Haryono maupun PPL Pramono, SP yang selalu intens mendampinginya dalam memberikan pengarahan, petunjuk serta pencegahan yang seharusnya dilakukan dalam menanam padi jenis Inpari, sehingga kami mampu menghasilkan gabah yang berkwalitas dengan hasil panen yang meningkat. (Arif)