
Metro Times (Purworejo) Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti tinjau posko pengungsian korban banjir di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Selain melihat kondisi para pengungsi, Yuli Hastuti juga mengecek posko dapur umum PMI Kabupaten Purworejo di komplek Masjid Al Mustakim Desa Bapangsari Bagelang, Selasa (19/3).
Usai bertatap muka dengan para pengungsi di Desa Bapangsari. Yuli Hastuti kemudian melanjukan kunjungannya ke Desa Kalaban Kecamatan Ngombol.
Dalam kunjungannya Wabup Yuli Hastuti mengingatkan, penyaluran bantuan sebaikanya dikoordinasikan dengan pihak terkait, sehingga bantuan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan. Terutama penyaluran logistik makanan. Semua pengungsi harus mendapat makan dari dapur umum BPBD dengan Dinsosdukkbpppa dan PMI Kabupaten Purworejo. “Pakaian dan selimut serta obat-obatan harus diprioritaskan bagi pengungsi. Kami akan melakukan pemantauan di lokasi hingga banjir ini berahir, dan semua warga yang terkena banjir wajib ditangani dengan baik,” tuturnya.
Dalam kunjungannya ke posko pengungsian, Wabup Yuli Hastuti didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Drs Sutrisno MSi, pengurus PMI yang juga Kabag Perekonomian Setda Drs Bambang Susilo, Camat Bagelen Bambang S Budoto SSos, Camat Ngombol Rita Purnama SSTP, dan Sekcam Ngombol Eko Setyo Hudoyo SSTP.
Untuk mengetahui secara pasti apa saja yang dibutuhkan para pengungsi, Yuli Hastuti pun langsung berdialog dengan beberapa warga korban banjir. “Ternyata ada Balita dan beberapa Lansia yang membutuhkan pakaian untuk ganti. Maka saya segera minta kepada pengurus PMI untuk menyediakan pakaian Balita. Sedangkan Kalak Sutrisno juga siap dan segera akan mengirimkan pakaian Lansia. Tentu gerakan cepat seperti ini yang harus dilaksanakan, jangan sampai mereka terlantar,” harapnya.
Sementara Drs Sutrisno MSi mengemukakan, jumlah pengungsi saat ini sekitar 562 orang. Ini sudah berkurang dibanding kemarin yang masih mencapai 1500 orang, dan sebelumnya 2000 orang. Untuk dapur umum ada di dua titik yakni di Desa Bapangsari dan Desa Dadirejo Bagelen.
“Nanti sore dapur umum akan kita dipusatkan di satu titik yakni di Desa Bapangsari. Dapur ini akan menyuplai 6 desa yaitu. Desa Bapangsari sebanyak 350 orang, Dadirejo 250 orang, Jogorsan 100 orang, Kebonsari 100 orang dan Desa Karagsari 50 orang. Jumlah keseluruhan sekitar 850 orang,” jelasnya.
Menurut Camat Bagelen Bambang Budoto mengatakan, semua warga yang terkena bencana banjir sudah mendapatkan bantuan. Termasuk dapur umum sangat mencukupi. “Kami sudah menghimbau kepada masyaraka, jika terjadi cuaca ekstrim disertai hujan yang lama segera tinggalkan rumah dan cari tempat yang aman. Mengingat daerah ini langganan banjir. Selain itu, kami juga mengusulkan agar dilakukan normalisasi sungai karena sudah terjadi pendangkalan. Mudah-mudah dapat terealisasi,” ujarnya. (dnl)





