
Metro Times (Purworejo) Sedikitnya 8 rumah dan puluhan jiwa di Desa Wonotopo, Kecamatan Gebang terancam tanah longsor, lantara tebing setinggi 30 meter yang berada tidak jauh dari rumah warga sudah retak. Panjang retakan sekitar 200 meter dengan kedalaman 150 Centi meter. dan lebar 30 centi meter. Akibat fenomena tanah bergerak tersebut membuat warga sekitarnya mulai tidak nyaman apa bila hujan tiba.
Aris (30) salah satu warga Rt 01 Dusun Krajan yang rumahnya terancam tanah longsor menyebutkan, retakan tanah terjadi akibat hujan yang begitu deras dan lama disertai petir pada hari Senin dan Selasa tanggal 6-7 November 2018 yang lalu. Setelah diketahui jalan setapak yang ada diatas tebing dekat rumahnya itu retak, membuatnya bersama istri dan anak tidak tenang apa bila hujan turun.
“Kalau hujan turun dengan deras dan lama sudah ga berani berada di dalam rumah, soalnya jalan setapak di atas tebing itu sudah retak panjang sekali dan cukup dalam, makin lama makin lebar retakanya, jadi kalau hujan tiba dan cukup lama kami langsung mengungsi ke Balai Desa. Sebut Aris. Saat ditemui metrotimes di rumahnya, Jumat (9/11) pagi.
Lebih lanjut dikatakan Aris, selain rumahnya yang terancam, ada 8 rumah dibawa tebing itu ikut terkena apa bila terjadi longsor, salah satunya adalah rumah orang tuanya sendiri.
“Di rumah saya tinggal bertiga dengan anak dan istri, kalau hujan turun kami ga tenang mas, sangat was- was. apa lagi kalau hujannya sampai 2-3 jam. Yang terancam ada 8 rumah kalau tebing itu longsor, kalau jumlah jiwanya sekitar 34 orang,” kata Aris.
Sementara itu, Kades Wonotopo, Amat Kozaki menjelaskan, retakan tanah itu terjadi akibat hujan deras disertai petir sekitar 2 sampai 3 jam lamanya. retakan terjadi di Rt 01 dusun krajan sejak hari seni dan selasa tanggal 6 dan 7 November 2018 lalu. Kemudian terjadi retakan juga di dua titik jalan setapak di Rt 03 Dusun Ngaglik.
“Untuk tanah retak yang terjadi di Desa Wonotopo ada 4 titik, dua titik di Rt 01 Dusun Krajan, dua titik di Rt 03 Dusun Ngaglik. Ke 4 titik retakan ini baru terlihat pada jalan setapak, untuk retakan pada tanah kebon dan bangunan belum terlihat,” jelas Amat.
Kami sudah menghimbau kepada warga yang rumahnya terancam, apa bila terjadi hujan deras berturut turut selama 2 jam lebih, segera mengungsi ke lokasi yang aman yaitu di Balai Desa, apa lagi Desa Wonotopo oleh BPBD Kabupaten Purworejo dinyatakan sebagai zona merah, kata Kades Wonotopo Amat Kozaki yang didamping Danramil Gebang, Sutopo, dan Babinsanya saat ditemui metrotimes di lokasi, Jumat (9/11) pagi.
Untuk tanah retak di jalan setapak Rt 01 Dusun Krajan panjangnya sekitar 300 meter, lebar 30 centi meter, dan kedalaman 150 centi meter. Ada 8 rumah dan puluhan jiwa terancam kena tanah longsor dari tebing setinggi 30 meter tersebut, ungkap Amat.
“Sementara retakan tanah sudah kita tutup dengan campuran semen untuk mengatisipasi air tidak masuk dan membikin jalan didalam tanah yang mengakibatkan tanah longsor. kita berharap aja semoga tidak terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan.” ucap Amat.
Terkait dengan bantuan logistik apa bila terjadi longsor, Amat menyebutkan, saat ini BPBD Kapupaten Purworejo untuk bantuan logistik dan lain-lain sudah redi, keterangan itu diperolehnya saat pertemuan antar BPBD dengan perangkat Desa Wonotopo yang berlangsung di Balai Desa Wonotopo beberapa waku lalu. Sebutnya. (Daniel)






