
Metro Times (Semarang) Para pengacara Jawa Tengah yang tergabung Advokad Bela Keadilan (ABEKA) kritisi rencana apel kebangsaan besar-besaran di Simpang Lima yang menghabiskan anggaran Rp 18 Miliar.
Ketua ABEKA Jateng, Budi Kiyatno mengatakan akan mengkaji apel siaga yang menelan anggaran Rp 18 Miliar. Pihaknya yakin pelaksanaan apel siaga terdapat penyelewengan atau pelanggaran hukum.
“Kami akan meminta data ke komisi informasi Provinsi berkaitan dengan penggunaan anggaran itu,” katanya disela-sela deklarasi mendukung paslon Capres dan Cawapres Prabowo-Sandiaga di Hotel Grasia Semarang, Jumat (15/3/2019).
Budi mengatakan ABEKA akan melakukan somasi kepada Gubernur Jawa Tengah untuk meminta data terkait anggaran tersebut. Jika tidak diberikan maka ABEKA akan membawa ke sengketa informasi.
“Saya yakin tidak akan memberikan data terkait penggunaan data Rp 18 Miliar itu,” sebutnya.
Sementara itu, Juru Bicara BPN Paslon Capres dan Cawapres 02 Jateng, Sriyanto, mempertanyakan apakah anggaran Rp 18 Miliar untuk apel kebangsaan tersebut proposional? Dirinya merasa aneh apel kebangsaan diadakan saat debat capres dan Cawapres pada malam harinya.
“Kegiatan itu sah-sah saja. Karena penguasa punya hak dan kegiatannya mungkin tujuannya positif. Cuma apakah proposional jika Rp 18 miliar,” ujarnya.
Menurut dia, informasi yang diterima anggaran menyokong apel kebangsaan berasal dari Kesbangpol.
Namun terkait kegiatan tersebut anggota DPRD Jateng Komisi A belum ada pembahasan khusus mengenai anggaran untuk kegiatan apel kebangsaan.
“Penguasa punya cara. Silahkan saja kami tidak ada urusan dengan itu. Tadi ada yang mendesak KPK untuk menelusuri itu,” jelasnya.
Dikatakannya, anggaran Rp 18 Miliar yang dikucurkan kurang proposional. Pihaknya akan menanyakan kembali kepada ketua Komisi A.
“Komisi A itu banyak. Apakah pas bahas saya tidak tahu. Nanti saya coba ke pimpinan kami di komisi A,” tuturnya.
Ia mengatakan tidak mengetahui adanya apel kebangsaan yang diselenggarakan 17 Maret 2019. Pihak merasa aneh apel tersebut diselenggarakan sebulan sebelum Pemilu.
“Kenapa kok ga ngadainnya pas 17 Agustusan, hari Pahlawan, Kesaktian Pancasila. Membangkitkan rasa nasionalisme kok hari-hari sebelum coblosan,” jelasnya.
Dalam acara itu dihadiri Wakil Gubernur Jateng Periode 2008-2013,Dra. Hj. Rustriningsih, M.Si. Mantan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jateng ini, memilih masuk sebagai anggota tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilu 2019. Rustri pun mendirikan Relawan Gerak Jateng yang terdiri dari kaum milenial dan emak-emak pendukung pasangan nomor urut 02 tersebut.
Belum lama ini, dia menggelar acara Konser Indonesia Menang yang berlangsung di UTC Hotel, Semarang, Jawa Tengah. Konsep acara Konser Indonesia Menang dikemas dengan dengan topik milenial kreatif. (jon)





