- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – SMA Negeri 7 Surabaya akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik proses pergantian pengurus komite sekolah yang sebelumnya ramai diberitakan di MAKiNews.com dengan judul “Kepala Sekolah SMAN 7 Surabaya Off Side”.

Kepala SMAN 7 Surabaya, Miftachul Huda, secara langsung menghubungi Heru MAKI melalui sambungan telepon WhatsApp untuk menyampaikan penjelasan lisan terkait proses pembentukan komite sekolah yang baru.

Dalam keterangannya, Miftachul Huda menjelaskan bahwa masa bakti pengurus komite sekolah lama berdasarkan Surat Keputusan memang telah berakhir pada Maret 2026 sehingga harus segera dilakukan pembentukan pengurus baru.

Namun, proses tersebut sempat terkendala karena padatnya agenda sekolah pada bulan Maret yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan.

ads

“Pada bulan Maret banyak kegiatan sekolah yang harus dilaksanakan sehingga proses pembentukan komite dilakukan melalui koordinasi di grup WhatsApp wali murid dan orang tua siswa,” jelasnya.

Dari grup WhatsApp tersebut, masing-masing koordinator kelas kemudian diminta mengusulkan dua hingga tiga nama perwakilan untuk dipilih menjadi calon pengurus komite sekolah.

Setelah dilakukan validasi, sejumlah nama yang sebelumnya terpilih ternyata mengundurkan diri dan mencabut kesediaannya menjadi pengurus komite. Proses itu kemudian mengerucut menjadi tujuh orang calon pengurus inti.

Selanjutnya, susunan kepengurusan diperkuat dengan keterlibatan unsur Ikatan Alumni SMAN 7 Surabaya sebagai representasi tokoh masyarakat, termasuk mantan guru yang sebelumnya pernah bertugas sebagai humas sekolah.

Dari hasil rekomendasi koordinator kelas serta proses validasi tersebut, akhirnya terbentuk kepengurusan komite sekolah baru yang dinilai mewakili wali murid dan orang tua siswa.

Pada Kamis (7/5), kegiatan serah terima jabatan pengurus komite sekolah lama kepada pengurus baru resmi disepakati dan dilaksanakan.

Dalam percakapan tersebut, Heru MAKI juga menyarankan agar pihak sekolah segera menggelar pertemuan lanjutan bersama seluruh wali murid guna menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan pengurus komite sekolah sebelumnya.

Saran tersebut, menurut Heru MAKI, disambut positif oleh Kepala SMAN 7 Surabaya dan direncanakan akan dilaksanakan pada pekan depan.

Selain menjelaskan mekanisme pergantian komite sekolah, Miftachul Huda juga memberikan klarifikasi terkait permohonan pencairan dana komite sekolah sebesar lebih dari Rp20 juta per bulan.

Menurutnya, dana tersebut dipergunakan untuk membantu pembayaran rutin honor guru honorer di sekolah.

Ia menyebutkan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BPOPP yang diterima sekolah masih belum mencukupi untuk membayar kebutuhan gaji guru honorer secara penuh setiap bulan.

“Karena itu sekolah meminta bantuan kepada komite sekolah untuk membantu pembayaran honor guru honorer,” terangnya.

Atas klarifikasi tersebut, Heru MAKI memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan pihak sekolah dalam memberikan penjelasan kepada publik.

“Inilah wajah pendidikan yang seharusnya. Semua harus transparan, memiliki laporan pertanggungjawaban yang jelas, dan akuntabel. Semangat untuk Kepala Sekolah SMAN 7 Surabaya dan selamat bertugas untuk pengurus Komite Sekolah SMAN 7 Surabaya yang baru,” pungkas Heru MAKI.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!